Senin, 19 Desember 2011 Aksi Peduli Pendidikan Ala Koin untuk Banua Beri Beasiswa dari Uang Receh Renna (12) hampir saja menambah panjang daftar anak putus sekolah di Banjarmasin. Meski lulus ujian nasional dengan nilai rata-rata 9, namun ia terancam tidak dapat melanjutkan pendidikannya karena masalah biaya. Untungnya, Renna “ditemukan” oleh Riani dkk. Dengan uang receh yang mereka kumpulkan, akhirnya Renna bisa tetap bersekolah.NAZAT FITRIAH, BanjarmasinIni adalah cerita tentang sebuah komunitas unik di Banjarmasin. Unik karena komunitas yang dibentuk pada bulan Mei 2011 tersebut didirikan untuk membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu agar mereka mendapat pendidikan yang layak dengan modal uang receh. Gerakan yang dimotori oleh anak-anak muda ini menamakan dirinya Koin untuk Banua (KUB). Mereka mengumpulkan uang receh yang tidak terpakai dari para coin droppers –sebutan untuk orang-orang yang menyumbang koin untuk selanjutnya disalurkan. “Anak putus sekolah dan rawan putus sekolah merupakan sasaran utama kami,” tutur Koordinator Dropzone KUB Riani Dwi Anggraini. Setiap bulan, para relawan KUB yang disebut coiners menggelar coin collecting day (CCD) untuk menghitung koin yang terkumpul secara bersama-sama. Hebatnya, koin yang didapat setiap bulannya selalu di atas Rp 1 juta. Selain Renna yang kini duduk di kelas VII SMP Negeri 3 Banjarmasin, kini KUB sudah menambah adik asuh lagi. Salah satunya Fatimah, siswa SMAN 3 Banjarmasin. Sama seperti Renna, gadis cerdas ini juga berasal dari keluarga kurang mampu. Ayahnya bekerja sebagai penjaga toilet di Pasar Baru, dan sehari-hari mereka tinggal di sebuah musala kecil di tengah pasar tersebut. Dengan penghasilan orangtuanya yang pas-pasan, Fatimah sering menunggak uang SPP. Bahkan, pihak sekolah yang memaklumi kondisinya tak jarang memberi bantuan buku-buku pelajaran. “Dalam setahun ini target adik asuh maksimal lima orang saja. Ini mengingat kegiatan kami yang masih baru, jadi kita tidak berani bikin target yang muluk-muluk,” katanya. Untuk mendapatkan anak-anak yang akan dibantu, tim KUB melakukan survei kecil-kecilan, mulai dari lingkungan tempat tinggal mereka sendiri hingga mendatangi sekolah-sekolah. “Syaratnya tidak ribet, yang penting dari keluarga tidak mampu dan si anak memiliki kemauan belajar yang kuat,” sambungnya. Selanjutnya, para adik asuh diberikan beasiswa untuk meringankan beban orang tua mereka, masing-masing Rp 100 ribu perbulan untuk SMA dan Rp 50 ribu perbulan untuk SMP. Aksi yang dilakukan KUB ini tentu saja mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Salah seorang staf pengajar di SMAN 3 Banjarmasin, Sukma mengaku salut dengan kepedulian yang ditunjukkan oleh anak-anak muda tersebut. “Saya sampai merinding melihat apa yang mereka lakukan,” ucapnya.Selain berbentuk beasiswa, KUB juga menyalurkan koin-koin yang mereka kumpulkan untuk membantu pendidikan anak-anak jalanan di kelas khusus filial SDN Mawar 2 Banjarmasin atau yang lebih dikenal dengan sekolah bawang, seperti bantuan buku tulis dan buku pelajaran. Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.