PELAIHARI - Suasana meriah dan tertawa lepas diperlihatkan oleh tamu undangan saat Wakil Bupati Tala H Atmari, Ketua DPRD Tala H Bambang Alamsyah dan para SKPD Pemkab Tala memperagakan diri sebagai modeling dengan berjalan di atas Catwalk. Mereka pun harus mengikuti lomba memasak khusus pria. Kegiatan tersebut lah yang mengisi peringatan Hari Ibu ke 83 yang diselenggarakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tala di Balairung Tuntung Pandang, Jumat (22/12). Saat peragaan berlangsung, Atmari dan Bambang Alamsyah tampak canggung dan terlihat senyum, sebab selain dilihat langsung oleh sang Istri, juga dilihat para tamu undangan. Atmari pun langsung berlenggak lenggok memutar di atas Catwalk dan sesekali berkacak pinggang. Sehingga tepuk tangan meriah pun diberikan oleh para tamu undangan, begitu juga dengan Bambang Alamsyah. Para tamu undangan dibuat tertawa dengan terpingkal-pingkal, saat Kepala Badan Pemerintahan Desa Drs Suriansyah melakukan aksi sebagai aksi model, kemudian diikuti oleh Kepala Kantor Pasar Hairul Rizal SSos Msi dan Kepala Dinas Pendidikan Tala Drs H Sihabuddin Chalid MMPd. Usai mengikuti modeling, profesi selanjutnya kaum pria itu diarahkan oleh pihak panitia untuk mengikuti acara memasak mie instan. Di acara memasak ini, para pria diharuskan dapat memasak secara benar mie instan dan juga merangkai masakan tersebut menjadi masakan istimewa. Atmari saat membacakan Pidato Menteri Negara RI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Sip menyebutkan, peringatan Hari Ibu ke 83 ini harus digunakan sebagai momentum yang paling strategis untuk melihat kembali perjuangan pergerakan perempuan Indonesia sebagaimana diwujudkan dalam kongres perempuan Indonesia pertama tanggal 22-25 Desember 1928. “Peringatan Hari Ibu sebagai bentuk perjuangan wanita sebelum kemerdekaan,” terangnya. Atmari menambahkan, Tahun 2011 ini peringatan Hari ibu ke-83 akan memfokuskan pada aspek Ekonomi. Sehingga kaum perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang budaya ,agama dan status sosial dapat melakukan introspeksi kembali terhadap upaya dan perjuangan dilakukan kaum perempuan di bidang Ekonomi. “Ini semua dilakukan guna perbaikan kualitas hidup perempuan dan anak, keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia,” tegasnya. (ard/ay/abj)




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.