Senin, 19 Desember 2011 Bantuan Pupuk Bersubsidi Bantu Petani MARABAHAN - Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) dalam upaya meningkatkan pembangunan di sektor pertanian telah melakukan berbagai langkah penting baik intensifikasi, ekstensifikasi maupun diversifikasi usaha tani. Sejalan dengan hal tersebut, komitmen pemerintah kabupaten dalam pembangunan pertanian sangat besar sesuai dengan visi pembangunan Kabupaten Batola 2007-2012. Namun, keinginan dalam mewujudkan visi tersebut, masih dihadapkan pada kendala yang perlu perhatian bersama, yaitu masih terbatasnya kemampuan modal masyarakat tani dalam menerapkan teknologi terapan, khususnya dalam penyediaan pupuk. Salah satu program pro petani yang dilakukan oleh Pemkab Batola adalah dengan menyediakan anggaran dari APBD kabupaten untuk pinjaman pupuk bersubsidi tanpa bunga kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) maupun kelompok tani (Poktan). Program ini dimulai sejak tahun 2008 dengan dana lebih dari Rp8,9 miliar, selanjutnya 2009 dikucurkan dana lebih dari Rp7,5 miliar, tahun 2010 sebesar Rp8,9 miliar dan tahun 2011 kian meningkat menjadi Rp11 miliar. Dana yang digulirkan kepada para anggota Gapoktan/poktan yang kurang mampu melalui Koperasi Unit desa (KUD), sesuai dengan Peraturan Bupati Barito Kuala (Batola) Nomor 69 tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Pinjaman Kredit Pupuk Bersubsidi. Dengan program pinjaman lunak kepada para petani tersebut telah terbukti sangat membantu petani dalam menjalankan usahanya. Seperti diungkapkan salah seorang petani di Desa Sinar Baru, Kecamatan Rantau Badauh, Aspu, dari nilai yang digelontorkan untuk 7 poktan di desanya yakni sebesar Rp 107.700.000 bisa membantu para petani terutama dalam memenuhi kebutuhan pupuk. Sebab sebelum adanya program pinjaman pupuk bersubisidi ini, para petani di desanya sangat kesulitan, sehingga memaksa mereka untuk meminjam kepada ‘pengijon’ dengan membayar berupa gabah sebanyak 10 belek per satu karung pupuk. Padahal harga per karung pupuk tersebut hanya sekitar Rp120 ribu saja. “Masyarakat sangat terbantu dengan adanya pupuk bersubsidi ini. Biasanya mereka meminjam kepada pengijon satu karung pupuk yang harganya hanya Rp120 ribu dibayar dengan 10 belek gabah. Padahal jika dijual gabah itu bisa laku Rp 250 ribu dengan harga per belek Rp 25 ribu,” cetusnya. Pria setengah baya ini menambahkan, pengembalian pinjaman para petani di desanya pun sangat bagus meskipun masih ada segelintir yang nakal dalam membayar. (gmp) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.