Minggu, 25 Desember 2011 Berbincang dengan Jainah, Tukang Jahit Pelosok Palam Tidak Ditentukan, Tarif Menjahit Sukarela Uang Rp10 ribu, untuk makan sekali pun sekarang susah. Namun, Jainah (40) yang bekerja sebagai tukang jahit di Jalan Palam Kelurahan Guntung Manggis Banjarbaru bisa menghidupi lima orang anaknya yang rata-rata masih kecil dengan penghasilan Rp10 ribu sehari. RAHMAT HIDAYATULLAH, Guntung Manggis Siang itu, Jainah tampak kesusahan mengoperasikan mesin jahitnya. Sementara, ada beberapa baju pelanggan yang harus diselesaikannya. Normalnya, menjahit pakaian yang sobek memerlukan waktu sekitar sepuluh sampai lima belas menit. Tetapi, Jainah menyelesaikan dalam waktu setengah jam. “Mesin jahitnya ini sudah tua. Jadi agak lambat menjahitnya,” ucap istri Basit itu sembari meletakkan pakaian lain di mesin jahit. Jainah tidak pernah memberikan tarif kepada pelanggannya. Pasalnya, kata ibu lima anak itu, pekerjaan yang dikerjakannya itu tergolong mudah sehingga tarifnya pun sukarela. “Kadang dikasih seribu, kadang lima ribu. Rata-rata seharinya sepuluh ribu,” ucapnya. Istri Jainah, Basit sendiri bekerja sebagai tukang bangunan yang penghasilannya juga tak menentu. Namun, mereka bisa menghidupi lima orang anaknya di sebuah rumah beratap daun plus seng dan berdinding papan yang letaknya sekitar delapan kilometer dari Jalan A Yani simpang tiga Guntung Manggis. “Kalau kerja ikhlas pasti dibantu yang di atas. Kalau kita bisa menolong orang, kenapa tidak kita lakukan,” ucapnya sambil tersenyum. Karena keikhlasan Jainah tersebut, rezeki yang tidak ia duga pun datang ke rumahnya langsung. Istri Walikota Banjarbaru Hartati Ruzaidin Noor memberikan sebuah mesin jahit baru kepada Jainah di depan rumahnya. “Biar ibu Jainah tambah semangat bekerjanya. Bisa menafkahi lima orang anaknya,” ucapnya kepada Jainah.(ay/abj) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.