Selasa, 29 November 2011 Bersihkan Lahan, TNI Diprotes Tanpa Pemberitahuan, Tanaman Warga Ikut Dibabat CEMPAKA – Belum selesai permasalahan sengketa tanah antara TNI AD dan masyarakat Kelurahan Sungai Ulin, hadir lagi permasalahan baru di Gunung Kupang Kelurahan Cempaka. Pasalnya lahan warga kena pembersihan anggota TNI AD.Parahnya menurut Ketua RT 1 Gunung Kupang, Syamsi mengatakan, TNI AD melalui Batalyon Infanteri 623 secara diam-diam sekitar setengah bulan yang lalu membersihkan lahan warga yang tengah ditanami kebun.“Kalau luasnya saya tidak tahu pasti. Yang jelas pihak 623 tanpa pemberitahuan diam-diam men-dozer lahan warga kami pak H Baqi,” ucapnya kepada Radar Banjarmasin Selasa (29/11) kemarin di sela pertemuan antara warga dan pihak TNI AD di Aula Kecamatan Cempaka.Dikatakannya, pihak Yonif 623 tidak pernah memberitahukan kepada warga terkait pembersihan lahan tanam tersebut. Dan tiba-tiba ungkapnya, tanaman buah warga yang sudah ditanami sejak dua minggu yang lalu itu lenyap tanpa jejak.“Lahan itu adalah tanah adat kami, masyarakat Cempaka. Tapi kenapa tiba-tiba saja diakui Yonif 623, anehnya setelah ditanyakan ada surat-surat kepemilikannya, mereka (Yonif 623) tidak bisa membuktikannya,” ungkapnya.Ironisnya, aksi penggusuran lahan tanam warga itu, juga tidak diketahui aparat Kecamatan Cempaka. Hal itu diungkapkan langsung Camat Cempaka Masjudin Noor kepada Radar Banjarmasin kemarin. “Saya sendiri tidak mengetahui adanya pembersihan lahan tanam warga itu. Memang seharusnya memberitahukan dulu, minimal kepada RT setempat,” katanya.Ditanyakan langsung dengan Komandan Kompi Markas (Dankima) Yonif 623 Yohanes mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan pendataan dan inventerisasi lahan milik TNI AD seluas kurang lebih 2500 hektare. Dalam luasan tersebut ternyata terdapat persawahan dan perkebunan serta pemukiman warga.“Ini sebenarnya hanya misscomunication petugas di lapangan. Kami sudah memperingatkan kepada petugas di lapangan untuk tidak membersihkan lahan yang tengah ditanami warga,” ucapnya.Untuk itu kata Yohanes, Yonif 623 sudah memberitahukan pengumuman pergantian tanaman yang sudah dibersihkan itu setengah bulan lalu. “Kami sebenarnya sudah mengumumkan pergantian tanaman yang di-dozer itu. Sayangnya setelah kami tunggu-tunggu sampai sekarang yang bersangkutan tidak datang-datang,” ucapnya. (mat/ay/abj) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.