Rabu, 21 Desember 2011 Bukan Mempersulit, Tapi Pemkot Kehabisan Duit Adanya keluhan sejumlah pihak soal birokrasi pencairan dana di Pemkot Banjarbaru, tentu menjadi sebuah ironi. Pasalnya, Kota Banjarbaru baru saja menerima penghargaan integritas pelayanan publik terbaik 2011 dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 9 Desember lalu, bertepatan dengan Hari Anti Korupsi se Dunia.Karena itu, keluhan soal “amplop” dalam pengurusan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) di DPPKAD Banjarbaru ini pun menjadi isu sensitive. Kepala DPPKAD Banjarbaru, Thalmie Hasanie ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin, buru-buru menepisnya. Ia mengatakan, tidak tahu menahu adanya “amplop” atau uang pelicin tersebut. Pasalnya kata dia, proses pengurusan SP2D itu ada di Bidang Pembelanjaan DPPKAD Banjarbaru.“Kalau soal amplop atau uang pelicin itu hanya isu saja. Kami pun tidak ingin menerimanya. Kemudian terkait kenapa berkasnya itu belum dikeluarkan, karena kita pun ada proses untuk melakukan pemeriksaan,” ucap Thalmie, dihadapan beberapa Kepala Bidang kepada Radar Banjarmasin Selasa (20/12) kemarin di ruangannya.Dijelaskannya, untuk proses pencarian dana itu, yang bersangkutan mengurus ke Bidang Pembelanjaan. Setelah sampai di sana ada empat macam yang diperiksa yakni benar atau tidaknya anggaran proyek, proses administrasi, kelengkapan (diantaranya berita acara dan kemajuan pekerjaan). “Dan yang paling penting itu, tersedianya dana di Pemkot di masing-masing sumber dana. Jika dananya belum cair, apa juga yang bisa kami kasihkan. Itupun untuk membayar dana kontraktor, kami kadang meminjam dari sumber dana lain,” ucapnya seraya mengatakan, proses pemeriksaan paling lambat tiga hari, jika berkas belum lengkap maka yang bersangkutan disuruh melengkapi.Kembali dijelaskan Thalmie, sumber dana untuk membayar proyek kontraktor seperti Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) dan Dana Percepatan Pembangunan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPID). Rehabilitasi sekolah, drainase, jalan dan beberapa pencairan lain seperti penyediaan barang, sumber dananya kebanyakan diambil dari DAK. Sementara kata Thalmie, kondisi DAK Pemkot Banjarbaru sekarang lagi kosong. “Rencananya besok (hari ini, red) Kasi Pembendaharaan, pak Bambang akan ke pusat untuk mengurus pencarian dana DAK sebesar enam miliar,” ucapnya.Proses pencairan dari pusat sendiri kata Thalmie membutuhkan waktu sekitar dua atau tiga hari. Jadi diperkirakan pencarian dana untuk beberapa kontraktor terutama yang memakai sumber DAK, sedikit terlambat. “Saya harap bisa bersabar dan mengerti dengan kondisi keuangan Pemkot Banjarbaru,” ucapnya.Itulah alasan Thalmie, kenapa pihaknya hingga sekarang tidak mengeluarkan berkas atau SP2D untuk para kontraktor. “Bagaimana kami bisa mencairkan, kalau dananya sendiri belum ada. Apa mau kami berikan cek kosong. Jadi jangan beranggapan kalau kami menahan atau memperlambat proses pencairan dana,” ucapnya. Sementara itu, di luar kantor DPPKAD Pemkot Banjarbaru, Selasa (20/12) kemarin dipadati sejumlah pihak kontraktor. Mereka terlihat gelisah menunggu proses pencairan dana. Salah seorang utusan dari kontraktor tampak bahagia ketika keluar dari kantor yang diatas pintunya bertuliskan Bagian Belanja. “Alhamdulillah semoga cepat cair,” ucapnya sembari berjalan menuju ruangan Kepala DPPKAD Banjarbaru. (tim/yn/bin) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.