Senin, 5 Desember 2011 Dihantam Sampah, Jembatan Harusan Miring AMUNTAI - Hujan yang mengguyur Kota Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Minggu malam (30/11), membuat anak Sungai Tabalong yang berada di Desa Harusan Kecamatan Amuntai Tengah meluap. Yang mengkhawatirkan, luapan air tersebut membawa serta sampah potongan kayu dan bambu dari hulu sungai di wilayah Kabupaten Tabalong. Sampah sungai itupun menumpuk di jembatan Desa Harusan.Dikhawatirkan, jika kondisi ini dibiarkan, bisa mengancam jembatan. Pasalnya, tumpukan kayu tersebut nyaris menutupi aliran sungai. Bahkan warga bisa berjalan-jalan diatasnya.Ridha (31) warga Desa Harusan mengatakan, hujan turun tidak terlalu deras. Tapi hampir semalaman, sejak pukul setengah Sembilan malam sampai pukul empat dinihari. “Kami khawatir jembatan akan runtuh, karena tidak mampu menahan arus air.Pantauan Radar Banjarmasin tadi malam, sekitar pukul 20.30 Wita, warga masih berkumpul di sekitar jembatan. Mereka bersiaga, khawatir tumpukan pampangan (sampah kayu, Red) kembali menghayutkan kedua penyangga jembatan yang masih bertahan. Pasalnya, kemarin sudah dua tiang ulin copot karena dihantam sampah kayu yang mengakibatkan posisi jembatan miring dan turun sekitar 80 centimeter.Padahal jembatan yang dikerjakan tahun 1997 selesai awal 1998 tersebut hanya memiliki empat tiang penyangga, untuk menopang jembatan ulin selebar 2 meter panjang 100 meter. Sebelumnya, untuk mencegah hal kondisi semakin parah, siang kemarin warga beserta aparat dari Polres HSU dan Kodim 1001 Amuntai, sempat bergotong royong melakukan pembersihan, kayu-kayu yang menumpuk dibawah jembatan tersebut. Namun masih belum bisa membersihkan semua tumpukan kayu.Wakil Bupati (Wabub) HSU H Syahdillah SSos MSi, kemarin juga ikut memantau lokasi Jembatan Harusan yang dipenuhi dengan tumpukan sampah kiriman tersebut. “Kondisi sama juga terjadi di Kota Amuntai di Jembatan Paliwara . Hanya saja, tumpukan sampahnya tidak sebanyak di sini. Lagipula jembatan Paliwara tidak memiliki tiang penyangga tengah,” ungkap Syahdillah pada wartawan koran ini.“Kita harus tetap waspada mengingat cuaca di HSU, sudah memasuki musim penghujan, dan tentunya bahaya banjir akan mengintai setiap saat,” ungkapnya. (mar/yn/bin) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.