Jumat, 2 Desember 2011 DPRD Tanbu Lapor Mabes Polri Dugaan Oknum Lindungi Pelangsir BBM BATULICIN - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar, semakin menjadi-jadi saja. Banyak yang menduga, oknum aparat kepolisian juga ikut bermain sehingga mengakibatkan BBM langka.Seperti disebut anggota DPRD Tanbu Abdul Rasyid, dalam rapat membahas kelangkaan BBM dan maraknya langsiran di DPRD Tanbu, Kamis (1/12) kemarin. “Ini bukan mengada-ngada, ini fakta dan kami punya data itu. Kami sudah melaporkannya ke Mabes Polri,” ujar Rasyid dengan nada tinggi.Ketua Komisi III ini sapertinya sangat yakin, sejumlah oknum aparat kepolisian membekingi aksi pelangsiran di SPBU, termasuk menampung hasil BBM dari para pelangsir.“Harusnya aparat Polres Tanbu segera menindaklanjuti kelangkaan BBM bersubsidi yang meresahkan masyarakat ini,” ujarnya.Dipaparkan Rasyid, akibat kelangkaan yang kian menjadi-jadi itu, beberapa waktu lalu, telah terjadi insiden terbakarnya sebuah mobil taksi rute Sungai Kecil-Tanah Merah di SPBU Sungai Kecil.Kejadian tersebut menimbulkan banyak spekulasi dari masyarakat, salah satunya menyebutkan kalau mobil tersebut sengaja dibakar akibat akumulasi kejengkelan warga karena kisruhnya penjualan BBM di SPBU Sungai Kecil.M Fajar Syahrani dari fraksi PDI-P menyambung, menurutnya kuota BBM jenis solar 1.350 ton dan premium 1.800 ton perbulan untuk Tanbu dari Depo Pertamina Kotabaru, diduga 60 persennya lari ke sektor pertambangan secara ilegal karena memanfaatkan BBM bersubsidi.Tidak hanya dua anggota DPRD ini yang menuding, kalau carut marutnya permasalahan BBM itu karena adanya permainan aparat kepolisian. Bahkan para legislator juga mengkritisi ketidakhadiran Kapolres AKBP Winarto dalam forum tersebut.“Kami sangat kecewa, yang kita bahas saat ini adalah hal urgen, menyangkut kepentingan masyarakat kecil,” tegas Surinto, Ketua Komisi II.Surinto pun mengungkapkan keheranannya, dalam setiap kegiatan dewan yang mengundang unsur muspida, hanya Kapolres Tanbu saja yang tidak pernah hadir. "Beliau selalu mewakilkan kepada bawahannya,” sesalnya. (kry/yn/bin) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.