Sabtu, 10 Desember 2011 Gedung UDD Dirombak Cegah Calo Darah di Lingkungan PMI BANJARMASIN - Suplai darah yang tidak seimbang dengan kebutuhan merupakan penyebab utama timbulnya praktik percaloan darah. Saat stok darah menipis, para calo pun beraksi.Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjarmasin dr Sri Yanto mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya baru sanggup memenuhi 70 persen dari kebutuhan darah di daerah ini. “Kalau mau menghapus percaloan, cara yang mudah adalah dengan memenuhi kebutuhan darah sampai 100 persen,” ujarnya, kemarin. Untuk calo yang berasal dari luar lingkungan UDD, pihaknya sama sekali tak bisa berbuat apa-apa. Namun, untuk menekan praktek percaloan darah di lingkungan UDD, beberapa cara coba ditempuh. Salah satunya, menutup akses bertemu antara donor dan pengguna darah.Sejak beberapa bulan lalu, kantor UDD PMI Kota Banjarmasin di Jl Simpang Ulin dirombak. Ruangan untuk donor sukarela yang dulu terletak di bagian belakang dipindah paling depan, sedangkan loket untuk melayani permintaan darah digeser ke sisi kiri dan dibuat agak menjorok ke dalam. Sementara koridor di antara kedua ruangan tersebut yang dulu terbuka sekarang disekat sehingga orang-orang tidak lagi bebas keluar masuk.“Protapnya mestinya begitu supaya tidak ketemu, itu untuk mengantisipasi calo. Andai lahannya luas, ruang donor di ujung dan loket di ujung satunya lagi,” tuturnya. Mulai pertengahan bulan lalu, pihaknya juga telah menerapkan sistem informasi manajemen dan kuitansi elektronik. Ini dimaksudkan untuk meminimalkan peluang terlibatnya petugas UDD dalam praktik percaloan darah. “Kalau biaya yang dimasukkan tidak sesuai, kwitansi tidak akan keluar. Itu untuk menghindari kebocoran, dulu manual. Sekarang tulisan tangan tidak laku,” katanya. Selain itu, kartu donor darah kini sudah menerapkan sistem elektronik. Riwayat donor seseorang terekam di komputer dan datanya terhubung secara nasional. Dengan demikian, orang tidak bisa mendonor berkali-kali sebelum waktunya. “Saya jamin tidak ada petugas kami yang berani menaikkan biaya pengganti pengolahan darah, kecuali kalau masyarakat minta carikan sama calo itu di luar kontrol kami,” ucapnya. (naz) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.