Kamis, 22 Desember 2011 Gelombang Besar, Nelayan Tetap Melaut KOTABARU - Meski gelombang besar dan cuaca mulai tidak bersahabat di kawasan perairan Kabupaten Kotabaru, namun nelayan tradisional tetap pergi ke laut untuk mencari ikan. Kondisi seperti dianggap sudah biasa terjadi setiap tahunnya. Selain itu, alasan tetap melautnya nelayan tradisional adalah karena laut merupakan satu-satunya tempat mereka mencari nafkah. “Gelombang besar seperti ini memang sudah biasa terjadi setiap tahunnya, bahkan dalam setahun ada beberapa kali terjadi gelombang besar. Sehingga kondisi seperti ini sudah biasa saja bagi kami,” ungkap nelayan tradisional Desa Rampa Kecamatan Pulau Laut Utara, Mara, kemarin. Selain itu, lanjutnya, nelayan tradisional saat mencari ikan di laut tidak pergi jauh ke tengah laut dan hanya beberapa mil laut saja dari pesisir pantai. Sehingga jika memang terjadi badai dan gelombang tiba-tiba membesar, nelayan langsung pergi ke tepi untuk mencari tempat aman. “Biasanya para nelayan sudah mengenali kondisi cuaca yang tidak memungkinkan mereka untuk meneruskan mencari ikan dan lebih memilih berteduh di pesisir pantai atau masuk ke dalam sungai yang aman dari gelombang besar,” ujarnya.Gelombang besar dan angin kencang ini juga diakui Mara sudah berlangsung beberapa hari, hanya saja kondisi tersebut tidak berlangsung setiap waktu dan hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Kondisi alam tidak bersahabat tersebut juga biasanya tidak berlangsung lama dan hanya sementara saja, setelah itu kondisi laut kembali tenang. “Kondisi ini biasanya saja, mungkin ini memasuki perubahan musim saja. Biasanya kondisi seperti ini tidak berlangsung lama,” katanya. Jika tidak melaut selama beberapa hari, Mara mengungkapkan siapa yang akan memberi makan keluarganya, karena hanya dari laut inilah yang memenuhi kebutuhan keluarganya. (ins) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.