Sabtu, 24 Desember 2011 Genangan Air Kepung Barabai BARABAI – Kota Barabai kembali digenangi air akibat Sungai Barabai yang terus meluap. Tingginya debit sungai Barabai, disebabkan hujan tanpa henti sejak dini hari hingga Jumat (23/12) pagi. Banjir kemungkinan akan semakin tinggi, jika hujan tetap turun di dataran tinggi, seperti di Pegunungan Meratus.Beberapa lokasi di Kota Barabai yang jadi langganan tergenang seperti Kampung Kopi, Kampung Arab, Kemasan–Jalan Ulama, Pusat Perbelanjaan Murakata dan Hevia Kecamatan Barabai juga ikut calap, hingga Jumat (23/12) malam, belum ada tanda-tanda air akan surut.“Jika Sungai Barabai berangsur surut, yang jadi korban adalah daerah Pajukungan, biasa tempat ini lokasi terakhir menjadi tempat air menggenang,” Kata Salfi Riduan, salah satu anggota DPRD HST yang tinggal di Pajukungan.Pusat perbelanjaan Murakata seperti Jalan 1, 2 dan 3 juga jadi langganan menjadi kubangan air sungai, kendati cepat surut, namun lahan parkir tersebut sulit diakses, sedangkan Kemasan lebih parah, beberapa rumah sudah dimasuki air. Beberapa pedagang di Pusat Perbelanjaan Murakata dan tempat makan di Kemasan terpaksa lebih awal menghentikan usahanya.“Air ini baru meninggi sekitar jam 10-an pagi tadi, biasanya kalau cuma Barabai yang hujan, air sungai tidak sedalam ini. Ini berarti di gunung juga hujan lebat,” tambah Muhtar, warga Batali yang menyaksikan air tergenang di Kemasan.Memang selama satu pekan terakhir, Bumi Murakata selalu basah oleh hujan, mulai pagi dan pas siang kadang baru reda, dan disambung lagi menjelang magrib dan tengah malam, hujan deras yang mengguyur kawasan Pegunungan Meratus di wilayah Batang Alai menjadi penyebab utama banjir yang menyerang Barabai HST.Yang sangat mengkhawatirkan adalah hujan saat seremoni Hari Jadi ke-52 Hulu Sungai Utara hari ini,(24/12) dan Murakata Expo yang digelar di Halaman Stadion Murakata, nyaris tiap pagi hujan sekitar jam 8 pagi, kondisi ini sulit disiasati kendati persiapan sudah matang. (amt/yn/bin) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.