Senin, 26 Desember 2011 Ilung Kelotok Tak Bisa Lewat BANJARMASIN – Orang-orang nampak berkerumun di atas Jembatan Pangeran Antasari pada Minggu (25/12) sore kemarin sekitar pukul 17.00. Beberapa pengendara yang kebetulan melintas dan merasa penasaran melihat pemandangan tersebut menghentikan kendaraan mereka untuk mengetahui apa yang terjadi. Sempat ada yang mengira ada orang jatuh ke sungai dan tenggelam. Namun, setelah ditengok ke bawah jembatan yang membentang di atas aliran Sungai Martapura tersebut, ternyata ada beberapa orang dengan menggunakan perahu dan speedboat tengah bergotong royong membersihkan sampah kayu dan eceng gondok yang menumpuk di sekitar jembatan.Anang, salah seorang petugas yang ikut melakukan pembersihan mengatakan bahwa tumpukan sampah kayu dan eceng gondok tersebut sudah terjadi sejak sekitar empat hari lalu. Namun, pembersihan baru bisa dilakukan kemarin sore. Akibatnya, selama empat hari itu, masyarakat yang biasanya menggunakan tranportasi sungai tak bisa lewat di kawasan tersebut, seperti taksi kelotok dan nelayan. “Kami menunggu air pasang. Kalau air surut, arusnya arah ke laut, terlalu deras sehingga kami tidak kuat mendorongnya dan terhalang jembatan,” ujarnya.Ia sendiri mengaku disuruh kontraktor yang tengah mengerjakan proyek penyiringan di Ujung Murung. Berbekal kayu dan bambu, tumpukan sampah kayu dan eceng gondok yang membentuk seperti pulau dipisah-pisah sehingga bisa mengalir. Menurut Anang, sampah kayu dan eceng gondok itu kemungkinan merupakan kiriman dari daerah lain. Fenomena seperti ini biasanya terjadi sekali dalam setahun, terutama ketika musim hujan dan permukaan air sungai naik.“Kemungkinan memang pengaruh air naik, jadi sampah dari atas seperti Kabupaten Banjar turun ke sini,” tuturnya.Setelah dibersihkan, tumpukan sampah kayu dan eceng gondok tersebut memang akhirnya menghilang karena larut terbawa arus sungai. Namun, dari pantauan Radar Banjarmasin, penumpukan justru berpindah ke beberapa titik lain, seperti sekitar Jembatan Dewi dan Jembatan Merdeka. (naz) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.