Selasa, 20 Desember 2011 Janji Kunjungi Pasar Terapung Menteri Parekraf Mari Elka Pangestu JAKARTA - Mungkin lantaran tidak masuk dalam prioritas program pengembangan 50 Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) hingga tahun 2025, Kalimantan Selatan (Kalsel) belum dilirik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Bisa dibilang begitu karena ketika ditanyakan soal pengembangan potensi pariwisata pasar terapung (floating market), Menteri Parekraf Mari Elka Pangestu mengakui baru akan mempelajarinya. “Oh ya, (Kalsel, red) tetap jadi perhatian kita. Tapi terus terang soal floating market belum. Baru akan kita pelajari,” ujar Mari Elka kepada Radar Banjarmasin dalam diskusi bersama Forum Pemred Jawa Pos Group, di Hotel Novotel, Jakarta, Selasa (13/12) lalu. Menurut Mari Elka, sebenarnya Kalsel juga masuk dalam program pengembangan pariwisata yang dia istilahkan 50 DPN. Daerah pengembangnya adalah Banjarmasin dan Martapura, Kabupaten Banjar. Namun untuk program jangka panjang seperti itu tetap harus ada prioritas. Basis penetapan konsentrasinya adalah daerah-daerah yang memiliki titik strategis dan potensial. Sehingga, pada akhirnya nanti pada tahun 2025 akan meliputi 88 kawasan strategis pariwisata nasional, dan 222 kawasan pengembangan pariwisata nasional. “Payung hukumnya sudah ditetapkan yakni PP (Peraturan Pemerintah) nomor 50 tahun 2011 tanggal 2 Desember 2011 lalu. Ya, kita ingin menyusun program secara sistematis untuk pengembangan pariwisata nasional, Untuk itu tentunya saya juga berharap daerah bisa membantu dengan membuat perencanaan baik jangka pendek, menengah dan panjang untuk pengembangan kepariwisataan di daerah masing-masing. Tidak terkecuali mengidentifikasi, menyiapkan dan mengajukan proposal,” ucap Mari Elka seraya menyebutkan sejumlah daerah yang tahap awal akan dikembangkan. Di antaranya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam seperti Nias dan Simeluen. Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti Komodo, dan Kelimutu. Nusa Tenggara Barat (NTB) seperti Lombok, dan Sumatera Utara seperti Danau Toba. Kembali ke soal pasar terapung Mari Elka mengaku sebenarnya sudah menaruh perhatian. Khususnya ketika masih menjabat Menteri Perdagangan melalui program pengembangan industri kreatif. “Tapi ya akhirnya belum sempat,” ucap Mari Elka. Dalam diskusi berkembang Mari Elka setuju jika dalam mengembangkan potensi pasar terapung harus melalui pendekatan kultural. Misalnya, jika sejarah terbentuknya pasar terapung karena adanya aktivitas perdagangan kebutuhan masyarakat, minimal harus mendekati itu. Polanya tentu disesuaikan dengan kondisi kekinian. “Seperti Palembang ya. Saya kira disana cukup berhasil mengembangkan pasar terapung ini. Yang saya tahu, di sana juga dibangun pasar di pinggir sungai, namun tidak membelakangi. Dibangun menghadap sungai, sehingga aktivitas perdagangan itu tetap terjaga. Tapi coba nanti kami pelajari lagi yang di Kalsel (pasar terapung, red),” papar Mari Elka.Yang menarik Mari Elka juga berjanji akan berkunjung ke Kalsel dan melihat langsung pasar terapung yang dimaksud. Hal ini sangat penting untuk menyusun rencana pengembangannya. “Terus terang saya belum pernah ke pasar terapung di Kalsel. Saya akan lihat nanti, dan saya akan mampir di kantor koran Anda (Radar Banjarmasin, red),” pungkas Mari Elka. Secara terbuka kepada seluruh Pemred yang hadir, Mari Elka juga berjanji akan berkunjung ke semua kantor redaksi Jawa Pos Group se-Indonesia jika kebetulan berkunjung ke daerah.(sa) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.