Selasa, 6 Desember 2011 Kades Awasi Penyaluran BBM BATULICIN – Pemkab Tanbu akan lebih memperketat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Bahkan, kepala desa diminta mendata jumlah pengecer BBM sekaligus merekomendasikan agar usahanya tersebut memiliki surat izin dan register dari pemerintah daerah sebagai pengajuan BBM kepada pengusaha SPBU. Sekda Tanbu Drs Gusti Hidayat, pada Rakor Pengawasan BBM bersubsidi di ruang rapat sekda, Senin (5/12), mengatakan, pengawasan penyaluran BBM akan dilakukan melalui camat dengan dibantu oleh kepala desa masing-masing. SR Retail IV Pertamina, Heri Prasetyo, menjelaskan kuota premium secara total di Provinsi Kalimantan Selatan untuk 2011 sebesar 425.000 kiloliter. Namun realisasinya hingga November sudah mencapai 433.000 kiloliter. “Pertamina tidak pernah mengurangi jatah BBM untuk kebutuhan SPBU. Kenyataanya justru lebih. Namun soal kelangkaan yang disebabkan antrean panjang itu tugas kita bersama untuk dapat mengatasinya,” jelas Heri Prasetyo. Pihak Pertamina, katanya, hanya punya kewenangan untuk mengawasi penyaluran BBM sampai tingkat SPBU saja. Terkait banyaknya pelansir yang mengakibatkan harga BBM di tingkat pengecer cukup tinggi diharapkan jajaran pemerintah dengan bantuan TNI/Polri dapat segera mengatasi. “Mari kita bersama-sama mengatasi kelangkaan bahan bakar ini. Kami siapa melakukan ekstra droping premium, seiring upaya pemerintah bersama TNI/Polri yang harus berusaha menetralisir antrian pelansir dilokasi SPBU,” tegas Heri Prasetyo. Komandan Koramil Simpang Empat, Kapten Abdul Munir, juga menegaskan, tingginya harga premium adalah disebabkan banyaknya pengecer yang awalnya telah membeli melalui jasa pelansir dan tidak langsung ke SPBU. Pihak pemerintah diharapkan benar-benar serius menertibkan penyaluran bahan bakar tersebut supaya keberadaan pelangsir tidak kembali marak dan berkembang di masyarakat. “Pemerintah harus serius mengatasi masalah ini. Kami siap untuk memback-up dengan menerjunkan tim ke lapangan, karena di Tanah Bumbu penertiban antrian BBM sangat bisa dilakukan,” katanya. (kry/ay/ram) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.