Selasa, 20 Desember 2011 Kenali Penyakit Kekurangan Yodium MARABAHAN – Dalam upaya penanggulangan akibat kekurangan yodium, Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala (Batola) Senin (19/12) kemarin menggelar Sosialisasi Garam Beryodium di Aula Selidah Marabahan. Sosialisasi diikuti para camat, pimpinan puskesmas (pimpus), petugas gizi dan para lintas sektor dan lintas program se Kabupaten Batola.Sosialisasi yang buka Bupati Barito Kuala (Batola) H Hasanuddin Murad melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra H Samsurizal SH MSi di Aula Selidah Marabahan ini menghadirkan nara sumber Kepala Dinas Pelayanan Kesehatan Provinsi Kalsel melalui Kabid Pelayanan Kesehatan DR Drs H Achmad Rudiansjah MSc, dan Kasi Bimev Subdit Bina Gizi Mikro Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan RI Yunimar Usman SKM MPH. Bupati Batola H Hasanuddin Murad melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra H Samsurizal SH MSi menyatakan, sangat menyambut baik atas dilaksanakannya kegiatan sosialisasi garam beryodium ini. Sebab, kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai sarana penyampaian informasi berkenaan dengan berbagai penyakit akibat kekurangan yodium serta sebagai upaya meningkatkan penggunaan garam beryodium yang memenuhi standar bagi masyarakat di Batola. Pembangunan di Batola, menurutnya, tidak akan dapat berjalan baik jika masyarakat tidak terlibat dalam upaya mendukung kegiatan pembangunan. Untuk itu agar masyarakat dapat berpartisipasi membangun banua tentunya masyarakat harus sehat terlebih dahulu. Mengingat masyarakat yang sehat, lanjut bupati, akan menumbuhkan gagasan dan terobosan baru dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih maju dan berdaya saing tinggi. “Pentingnya arti kesehatan ini juga tertuang di dalam salah satu sasaran pembangunan daerah Kabupaten Batola yaitu terwujudnya pelayanan kesehatan masyarakat yang diindikasikan oleh semakin mudah, murah, memadai dan meratanya penyelenggaraan layanan kesehatan yang mendorong kemandirian kemampuan masyarakat dalam berpola hidup sehat,” katanya. Sementara sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Batola H Sugian Nor SKM MKes mengutarakan tujuan diselenggarakannya sosialisasi garam beryodium ini, di antaranya untuk meningkatkan penggunaan garam beryodium yang memenuhi standar. Mengingat, lanjut dia, salah satu masalah kurang gizi utama di Indonesia adalah gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan, emosional dan kecerdasan anak. Hal ini pada gilirannya menyebabkan rendahnya kualitas SDM dan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan. Intervensi yang cost effective untuk mengatasi GAKY telah disepakati sebagai cara aman efektif dan berkesinambungan, sebut Sugian, dengan meningkatkan konsumsi garam beryodium. (gmp) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.