Sabtu, 24 Desember 2011 Korban DBD Capai Enam Orang BANJARBARU – Korban penyakit demam berdarah Dengue (DBD) di Banjarbaru makin meluas. Berdasarkan data terakhir dari Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru sudah ada enam korban yang terkena DBD. Dari enam korban tersebut satu anak berumur sekitar empat tahun telah meninggal. “Seorang anak perempuan warga Kelurahan Loktabat Utara menjadi korban meninggal dunia, bernama Syifa Nabila (4) di RSUD Banjarbaru, beberapa waktu lalu. Praktis kondisi ini memang mencemaskan banyak masyarakat. Tetapi kami akan terus berusaha untuk bisa mencegah bertambahnya korban DBD tersebut,” terang Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, Zainal Arifin.Ia mengingatkan agar masyarakat lebih waspada dan meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Pasalnya menurut Zainal daerah perkotaan adalah daerah endemis yang digunakan jenis nyamuk tersebut untuk berkembang biak. “Jentik nyamuk Aedes Aegpty itu lebih banyak berkembang biak di wilayah perkotaan, karena habitat nyamuk ini berkembang biak di air yang bersih,” ucapnya. Zainal juga menjelaskan ciri jentik nyamuk yang membawa wabah DBD bertempat di penampungan air yang tidak berhubungan langsung dengan tanah. “Jenis nyamuk ini berbeda dengan malaria, jentik nyamuk Aedes Aegpty lebih suka bertelur di genangan air yang tertampung dalam sampah plastik. Jadi masyarakat kalau ada kaleng harap ditimbun jangan dibiarkan untuk berkembang biak nyamuk,” terangnya. Di sisi lain salah satu keluarga yang anaknya juga terserang DBD, Hari mengatakan setelah beberapa hari berada di RSUD Banjarbaru anaknya kini sudah bisa pulang. Awalnya ia mengaku panik karena sebelumnya ada korban yang sampai meninggal. “Alhamdulillah anak saya sudah kembali pulang, semoga saja akan bisa sembuh total. Kami sekarang akan lebih waspada lagi dan mengharapkan pemerintah berupaya besar memberantas nyamuk pembawa DBD ini,” ucapnya.(sur/ij/abj) Pasien DBD di Banjarbaru1.M. Rifa’i Yurdi (8), Jl Mistar Cokrokusumo RT 20, Kelurahan Cempaka.2.Oktawira Wahyu Nugraha (3,1), Komplek Wira Pratama 3, Kelurahan Sungai Besar.3.Syifa Nabila (4), Loktabat Utara. (korban meninggal dunia)4.Agung Okta hari Wibowo (19), RT 4 Landasan Ulin Barat.5.Akila Gendhis (4), Komplek Wira Utama II, Kelurahan Kemuning.6.Bogi Dwi S, Jl Kasturi II RT 28, Kelurahan Syamsuddin Noor. Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.