Rabu, 21 Desember 2011 Lahan Perkebunan Menyempit Berganti Areal Tambang Batubara BATULICIN - Kecamatan Angsana menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu yang dikenal memiliki sumber daya alam (SDA) berupa batubara yang begitu banyak. Selain tambang batubara, kecamatan pemekaran dari Kecamatan Sungai Loban inipun dikenal dengan perkebunan kelapa sawit dan karet. Namun, seiring makin maraknya pertambangan batubara, luasan lahan perkebunan karet dan kelapa sawit milik warga eks transmigran di beberapa desa di Kecamatan Angsana semakin menyempit. Akibatnya, ada fenomena kurang baik yang berkembang pada masyarakat desa eks transmigrasi. Warga yang memiliki lahan perkebunan kelapa sawit maupun karet, namun di lahan yang sama terdapat kandungan batubara lebih memilih lahannya di eksploitasi batubaranya ketimbang menunggu masa perawatan sampai akhirnya komuditas perkebunan itu berproduksi. “Sepertinya warga lebih memilih menawarkan perkebunan miliknya kepada pengusaha untuk ditambang batubaranya dengan ganti rugi lahan,” ujar H Muhammad, warga Desa Angsana Kecamatan Angsana.Padahal, kata dia, tidak menutup kemungkinan, lahan-lahan yang ditambang tersebut berubah menjadi lahan gersang dan lambat laun akan ditinggalkan warganya karena area permukiman warga telah berubah menjadi kawasan gersang dan berlubang sisa aktivitas pertambangan batubara. “Dari kenyataan yang kami lihat, pergerakan aktivitas pertambangan yang dilakukan di lahan bekas perkebunan warga itu tidak jauh dari area permukiman warga,” jelasnya. Bahkan, imbuh dia, tidak jarang di beberapa desa di luar desanya pertambangan itu dilakukan tidak jauh dari area publik seperti sekolahan, tempat ibadah dan sarana publik lainnya.Dengan fakta-fakta tersebut, warga berharap agar pemerintah daerah segera melakukan langkah taktis dengan memberikan pemahaman kepada warga agar tidak mudah menyerahkan lahannya untuk diganti rugi oleh pengusaha tambang. Senada disampaikan oleh Maijan, pekebun karet di kecamatan itu. Menurutnya, pemerintah daerah harus segera turun tangan, karena jika tidak, luasan lahan perkebunan sawit dan karet warga ini akan kian menyempit. “Dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan pertambangan batubara dalam jangka panjang akan sangat merugikan warga desa,” ujarnya. Ditambahkannya, warga harus diberi pemahaman secara utuh, bahwa sektor pertambangan jika tak dikelola secara baik akan berdampak buruk. “Akan sangat bijak jika warga lebih memfokuskan diri pada pengelolaan kebun karet atau sawitnya karena mempunyai jangkauan jaminan kesejahteraan untuk jangka panjang dari pada dapat ganti rugi lahan dari pengusaha,” paparnya.Salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Angsana ini mengatakan, peran pemerintah daerah harus menjadi garda terdepan dalam menyikapi makin banyaknya warga yang tergiur lahan perkebunan karet atau kelapa sawitnya diganti rugi oleh pengusaha karena di areal yang sama memiliki deposit batubara. “Untuk mengimplemetasikan langkah penting ini dalam rangka menjaga ekosistem alam yang ada di kawasan perdesaan sekaligus memproyeksikan program penguatan ekonomi perdesaan, pemerintah daerah yang dalam ini, dinas terkait harus bahu membahu dengan aparat desa dan kecamatan,” paparnya. (kry/ay/ram) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.