Rabu, 14 Desember 2011 Lalu Lintas Pasar Baru Ditata BANJARMASIN – Penataan PKL Pasar Baru dan Harum Manis sudah dikerjakan oleh Dinas Pasar Kota Banjarmasin. Masalah pun kembali muncul ketika para pedagang yang sudah pindah, lokasi yang ditinggal menjadi lokasi parkir. Alhasil, kawasan tersebut semakin padat karena parkir yang semakin banyak.Mengatasi hal tersebut, Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin akan kembali menata parkir di kawasan tersebut. Tak hanya ditata, arus lalu lintas untuk masuk dan keluar Pasar Baru dan Harum Manis juga akan diatur. Bahkan rencananya agar lalu lintas semakin tertata, Dishub akan membangun median jalan yang baru.Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Parkir Dishub Kota Banjarmasin Naf’an mengungkapkan, maraknya parkir di sepanjang eks PKL atap biru memang tak disangka olehnya. Namun pihaknya akan mengatur lebih lanjut mengenai parkir di kawasan tersebut.“Hari ini (kemarin, red) kan masih dalam tahap pembersihan. Kalau sudah dilakukan pembersihan akan kami atur, jadi saat ini kan masih belum ada pembahasan. Kalau sudah dibahas bagaimana tindakannya, dan ternyata parkirnya masih sembarangan akan kami tindak,” ujarnya kemarin. Naf’an pun menambahkan, untuk penataan lalu lintas di kawasan tersebut, pihak Dishub akan mengatur pembagian dua lajur. Untuk lajur kiri khusus untuk roda empat, sedangkan di lajur kanan khusus untuk roda dua. “Setelah turun dari jembatan Sudimampir, biasanya orang seenaknya untuk langsung masuk ke Pasar Baru. Nanti akan kami atur, lajur di Pasar Baru hingga Harum Manis akan kami bagi dua. Sebelah kiri khusus untuk roda empat, sedangkan lajur kiri khusus untuk roda dua,” tambahnya. Untuk pembatasan antara lajur khusus roda empat dan roda dua, Naf’an menjelaskan Dishub akan membangun median jalan sepanjang kawasan tersebut. “Untuk membatasi dua lajur tersebut, akan kami bangun lagi median jalan sepanjang Pasar Baru. Tingginya kira-kira sekitar setengah meter, namun apakah terbuat dari beton atau baja masih belum tahu,” tambahnya. Tak hanya itu, pangkalan terminal angkot di depan Pasar Baru akan diatur lagi. Bahkan taksi-taksi yang mangkal di kawasan tersebut akan dibatasi hanya lima buah taksi yang boleh berhenti. “Jadi angkot yang mangkal di situ tidak akan sebanyak seperti saat ini. Supaya tidak akan macet lagi. Mengenai pembahasannya akan lebih lanjut dibahas oleh UPTD terminal,” tandasnya. (mr-115) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.