Kamis, 22 Desember 2011 Masih Meninggalkan Masalah Relokasi Pedagang Ayam ke Mantuil BANJARMASIN – Relokasi pedagang pasar ayam ke rumah potong hewan di kawasan Mantuil yang sempat tertunda akhirnya dipindah. Deadline satu minggu yang diberikan oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin dipatuhi oleh pedagang. Namun demikian, masih belum semua pedagang membawa ayamnya ke rumah potong hewan. Hampir 90 persen dari pedagang masih melakukan pengerjaan pembuatan kandang. Bahkan beberapa ruangan kandang masih kosong dan tidak ditempati. Padahal kemarin (21/12) adalah batas waktu terakhir pemindahan semua ayam yang ada di kota Banjarmasin. Dari pantauan Radar Banjarmasin, pemindahan sepertinya masih terlihat belum seratus persen siap. Tak hanya masih banyak ruangan yang belum ada kandangnya, juga masih ada sejumlah pedagang yang tidak mendapat tempat. Para pedagang ini pun terpaksa harus berdiri depan ruangan yang disediakan sambil menunggu petugas dari Distankan datang.“Kayapa ini, kami masih kada dapat wadah (bagaimana ini, kami masih belum dapat tempat, red),” kata salah seorang pedagang yang minta namanya tidak disebutkan.Tak hanya masalah tersebut, sebagian pedagang pindahan dari Pasar BIM pun memprotes bahwa tempat kandangnya apabila hujan kena tampias. “Apabila hujan, kandang-kandangnya kena tampias. Ini belum ada ayam saja semua kandang sudah kehujanan. Apalagi sudah ada ayam, bisa sakit dan mati semua ayam saya,” gerutu salah seorang pedagang yang sedang membangun kandang.Tetapi tidak semua pedagang menggerutu, Muhrani misalnya, pedagang ayam dari Pasar BIM ini mengaku tidak mempermasalahkan lokasi rumah potong hewan. Bahkan Muhrani sejak pukul 12.00 siang sudah memindahkan 100 ekor ayam pedaging miliknya. Dan sisa 200 ekor akan dibawa pada tadi malam.“Sejak kemarin (lusa, red) saya sudah ke sini. Setelah mempersiapkan kandang dan lainnya, baru hari ini (kemarin, red) saya bawa 100 ekor ayam. Ini semua ayamnya dari Pasar BIM. Kalau ada tambahan, nanti akan langsung dibawa ke sini,” ujarnya kemarin.Muhrani pun mengungkapkan, setelah kepindahan dirinya ke rumah potong hewan, maka Ia pun terpaksa harus membawakan ayam-ayam kepada para pelanggannya. (mr-115) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.