Selasa, 29 November 2011 Mayat Mulai Bermunculan Diduga Keluar dari Kendaraan dan Tak Bisa Berenang TENGGARONG - Hari ketiga pasca ambruknya Jembatan Kartanegara, usaha tim SAR gabungan mulai membuahkan hasil. Penyisiran menggunakan speedboat yang dimulai sejak pukul 06.00 Wita (28/11) kemarin, berhasil menemukan 8 mayat mengapung di permukaan sungai. Bahkan di antaranya ada yang terseret arus sungai hingga puluhan kilometer.Seperti salah satu mayat yang diyakini berkelamin perempuan ditemukan di daerah Desa Loa Duri yang jaraknya sekitar 20 kilometer lebih dari Jembatan Kartanegara.Dari data yang dihimpun dari petugas posko di sekitar Jembatan Kartanegara, jasad nahas itu ditemukan sekitar pukul 07.30 Wita, dengan kondisi tubuh sudah membengkak. Begitu juga dengan beberapa korban lainnya, rata-rata ditemukan di daerah sekitar Kecamatan Loa Kulu. Hanya hanya dua di antaranya yang ditemukan di sekitar reruntuhan jembatan.Fenomena penemuan mayat secara beruntun di hari ketiga ini, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar dr Emmy Dasimah, manusia dan hewan, jika telah meninggal secara perlahan berat jenis tubuhnya akan semakin menurun. "Organ-organ tubuh yang sudah tidak berfungsi lagi akan segera mengembang dan menjadi ringan," tutur Emmy. Ditambah lagi dengan kondisi kedinginan akibat terendam air, akan mempercepat proses penggelembungan. "Saat tercebur dalam kondisi panik, tentu akan banyak minum air. Semakin dalam tubuh korban tercebur, pasti juga mengalami tekanan air yang cukup tinggi," paparnya. Semakin tertekan, berat jenisnya akan semakin cepat mengecil. "Memang rata-rata penemuan mayat korban tenggelam akan mengapung 3-7 hari setelahnya," ungkapnya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan identifikasi. Dengan ditemukannya 8 mayat tambahan ini, total korban tewas akibat runtuhnya Jembatan Kartanegara menjadi 13 orang. Jika dicocokkan dari daftar korban yang dilaporkan hilang, masih sekitar 25 orang lagi yang belum diketahui nasibnya. Untuk idintifikasi korban, tim medis RSUD AM Parikesit dibantu tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Polda Kaltim dan dari RSUD AW Sjahrani Samarinda.KORBAN YANG DITEMUKANDari penemuan 8 korban, kemarin, 4 di antaranya merupakan korban hilang yang dilaporkan saat runtuhnya jembatan sedang melintas menggunakan kendaraan roda 4. Rusmin (30), Aldi (12), Alisa (9) merupakan keluarga korban Alisia bayi 6 bulan yang ditemukan beberapa jam setelah runtuhnya jembatan Kartanegara. Menurut penuturan Jumiarti, salah satu keluarga korban saat mengidentifikasi jenazah Alisia, keluarga kecil yang terdiri dari Budi Yulianto (35) itu mengendarai mobil Xenia warna hijau menuju Samarinda bersama istri dan 3 orang anaknya. Dan hingga berita ini diturunkan Budi Yulianto belum ditemukan.Begitu juga Erli Erlianah (39) juga mengendarai mobil pribadinya seri Honda Jazz. Menurut Dr Emmy Dasimah yang merupakan tetangga korban, saksi mata yang kedapatan beriringan mobil bersama Erli, menyaksikan detik-detik meluncurnya mobil yang dikendarai Erli masuk ke sungai Mahakam. "Saat kejadian, saksi menuturkan mobil yang mereka kemudikan masing-masing sebenarnya belum memasuki mulut jembatan, dengan cepat saksi memutar arah mobilnya untuk menjauhi jembatan," ucap Emmy. Namun sayang diduga karena panik, Erli justru melaju mobilnya dan akhirnya terjebur.Ditemukannya 4 mayat yang saat kejadian berkendara mobil ini, memunculkan spekulasi beberapa pihak jika korban sengaja memaksakan diri keluar dari mobil. "Jika mereka bertahan dalam mobil tentu mayatnya akan terperangkap di dalam dan tidak bisa timbul," papar dr Emmy. Selain itu jika dirunut dari penemuan mayat Alisia (6 bulan) bersama dengan tas milik Rusmini (30) bisa menguatkan dugaan jika mereka berusaha menyelamatkan diri keluar dari mobil. Mengingat hingga saat ini belum ada satupun kendaraan yang diduga terjebur ke dalam sungai yang bisa dievakuasi.Sedangkan 4 korban di antaranya, dari data korban hilang diduga menggunakan motor. Terlebih dari penemuan salah satu mayat di area runtuhan jembatan masih mengenakan helm.TERJEBAK ARUS Sebagian besar korban tewas dari tragedi ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara diduga tidak bisa menyelamatkan diri lantaran terjebak arus dan tidak bisa berenang. Hal ini dikemukakan Ketua Disaster Victim Identification (DVI) Kaltim, AKBP Budi Heriyadi, malam tadi."Kami menduga demikian karena tidak ada luka parah maupun patah pada tulang korban," terangnya.Ia menjelaskan, banyaknya penemuan mayat pada Senin (28/11) kemarin, memang sudah diduga sebelumnya karena mayat yang biasanya tenggelam akan mengalami perubahan berat jenis karena terjadi proses pembusukan. Sehingga berat badan korban menjadi lebih ringan dari semula."Proses ini terjadi ketika mayat sudah berada di air lebih dari 24 jam," kata dia.Dalam melakukan identifikasi jenazah pada kejadian ambruknya Jembatan Kartanegara, timnya melakukan pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer seperti sidik jari dan gigi, sementara data sekunder seperti properti yang dikenakan jenazah."Seluruhnya bisa dikenali dengan metode ini. Sementara untuk metode tes DNA belum digunakan," katanya. "Tapi bisa saja dilakukan jika ada korban yang sulit dikenali, dan kami harus mengirim sampelnya ke Jakarta."Dalam kesempatan tersebut, Budi mengimbau warga sekitar Sungai Mahakam bila menemukan mayat yang hanyut agar segera melaporkan ke petugas yang berwenang. Apabila melakukan evakuasi harus menggunakan peralatan keamanan seperti sarung tangan dan kantung jenazah.(*/ekf/tom2) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.