Senin, 26 Desember 2011 Musim Buah, Musim Sampah Pedagang Berjualan di Kawasan Terlarang MUARA TEWEH - Dalam sebulan terakhir, sampah di kawasan pasar meningkat. Begitu pula di sudut-sudut jalan yang dijadikan tempat mangkal pedagang buah. Karena kurang memperhatikan kebersihan, tumpukan kulit buah pun menghiasi kawasan yang semestinya menjadi kawasan terlarang bagi pedagang buah dadakan. “Kawasan jalan sering macet dan terganggu, akibat pedagang yang menggelar dagangannya di pinggir jalan,” ujar abah Madi, warga yang tinggal di kawasn pasar IPU.Ini imbas lain dari tibanya musim buah lokal yang harganya cukup terjangkau. Warga pun berburu beragam buah seperti rambutan, durian, langsat, manggis dan cempedak serta buah-buahan lainnya. Terlebih, harga jualnya sangat murah. Misalnya untuk buah manggis dan rambutan. Saat ini, harga buah manggis hanya Rp8.000 perikat dengan isi 10 biji. Sedangkan untuk rambutan, hanya dijual seharga Rp 4.000 perikatnya. Sementara buah durian, yang selama ini dijual di atas Rp10 ribu perbiji pun juga mulai murah. Ada yang harganya hanya Rp5 ribu perbiji. Namun, bila di borong 3 bijinya bisa Rp 25 ribu. "Kalau kita nggak bisa pilah-pilah harga bisa mahal, namun bila kita bisa menawar harganya jauh akan lebih murah," ujar Didin, warga Muara Teweh menuturkan kepada Kalteng Pos, Minggu (25/12) lalu.Hampir di setiap sudut Kota Muara Teweh, bisa ditemukan pedagang buah. Bahkan, di kawasan yang bertulisan dilarang berjualan pun juga menjadi tempat pedagang buah mangkal. Tepi jalan tampaknya salah satu tempat strategis bagi pedagang buah di Kota Muara Teweh untuk mangkal mengais rezeki. Dengan alasan, karena dengan berjualan di tepi jalan akan lebih mudah terlihat pembeli. Seperti yang sering terpantau di kawasan jalan Sengaji Hulu dan Panglima Batur. Tak itu saja, di kawasan pasar IPU jalan Mangkusari, pinggir jalan juga merupakan tempat favorit. Pasalnya, banyak pengguna jalan yang lewat. Tidak harus turun dari kendaraannya, pengguna jalan yang berminat bisa langsung membeli buah sesuai yang diinginkan. Kondisi ini menguntungkan bagi para pedagang buah. Sayangnya, berbanding terbalik dengan keinginan warga dan pemerintah daerah menciptakan Kota Muara Teweh kota dengan sebutan Barito (Bersih, Asri, Rapi, Indah, Tertib dan Optimal). (dad/viv) Soesanto Eko W. Kamis, 22 Desember 2011 12:59: Sengketa lahan lagi... Bila sama-sama memiliki dasar kepemilikan tanah, ajukan aja sebagai bukti. Bila… Suni Rabu, 21 Desember 2011 21:30:2 Yth. Walikota Bamjarmasin Mohon ditutup pasar tungging nang hanyar di Jalan Belitung parak Panti Asuhan… hudi Rabu, 21 Desember 2011 20:52:1 saya mau tanya tarif iklan berapa ya? dani Selasa, 20 Desember 2011 12:31 Yth: KPK & kejaksaan, coba selidiki oknum mafia yang coba bermain dalam negosiasi harga pembebasan lahan… cepi Sabtu, 17 Desember 2011 19:53: tolong infonya tentang seleksi pemain yang masih menerima pemain apa sudah tidak di barito putra. 215FE419… DODDY Minggu, 11 Desember 2011 12:01 TGL 12 DESEMBER 2011 - 12 PEBRUARI 2012 ADA PERBAIKAN JALAN DI UNDERPAS KM 172 H. ABIDIN. HARAP MASYARAKAT… Ahmad Tampan Senin, 5 Desember 2011 12:04:5 Radar Banjarmasin online payah, e-papernya basi tarus, kada update pulang berita-berita onlinenya, coba… Donna Senin, 28 November 2011 12:38: Info Lowongan kerja : Dibutuhkan tenaga kerja laki-laki, usia maksimal 25 thaun untuk ditempatkan di… Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.