Kamis, 22 Desember 2011 Nazar Beberkan Bukti Keterlibatan Anas Sebarkan Foto Copy-an Kwitansi dan BPKB JAKARTA - Nazaruddin tak pernah lelah untuk terus menyeret Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ke lingkaran kasus korupsi yang sedang dihadapinya. Bahkan kemarin (22/12) sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dengan agenda mendengarkan putusan sela oleh majelis hakim, Nazaruddin menyebarkan beberapa bukti keterlibatan Anas di perusahaan PT Anak Negeri.Selain itu, suami Neneng Sri Wahyuni itu juga membeberkan beberapa salinan kwitansi yang menunjukkan pembagi-bagian uang USD 6,9 juta kepada 325 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat untuk pemenangannya sebagai Ketum Partai Demokrat pada kongres tahun lalu. Ya, PT Anak Negeri adalah perusahaan yang selama ini terlibat dalam kasus suap wisma atlet. Perusahaan milik Nazaruddin itu telah berjasa memenangkan PT Duta Graha Indah (DGI) sebagai pemenang pembangunan proyek wisma atlet. Salah satu hal yang dibeber Nazaruddin adalah tentang pengambilalihan saham PT Anak Negeri sebanyak 30 persen dari tangannya ke tangan Anas. Nazaruddin pun kemarin membagikan foto copian bukti tentang surat perjanjian penyerahan saham tersebut kepada Anas. "Menyerahkan saham sebanyak 30 persen dari tangan pihak pertama (Nazaruddin) kepada pihak kedua (Anas)," bunyi dalam salinan surat perjanjian tersebut. Tak hanya itu, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu juga mengatakan bahwa mobil mewah Toyota Alphard milik Anas sebenarnya hasil balik nama dari PT Anugerah Nusantara. Dia juga membagi-bagikan salinan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil berplat nomor B 15 OA tersebut. "Ini adalah bukti kalau mobil tersebut dulu adalah milik PT Anugerah Nusantara," kata Nazaruddin. Memang dalam salinan surat bernomor 5275707 menunjukkan bahwa pada tanggal 15 Agustus 2008 di Dirlantas Polda Metro Jaya, mobil Alphard itu telah dibalik namakan atas nama Anas Urbaningrum. Menurut Nazaruddin bukti-bukti tersebut menunjukkan bagaimana sebenarnya track record Anas Urbaningrum, yang selama ini terus mengelak dikaitkan dengan berbagai kasus korupsi. Tak berhenti sampai di situ. Nazaruddin juga menunjukkan foto copy-an kwitansi pengeluaran dana dengan total nilai USD 6,9 Juta, yang terbagi dalam 16 kwitansi bukti kas keluar. Uang itu, kata Nazaruddin merupakan uang pelicin yang dibagikan kepada sekitar 325 DPC Partai Demokrat menjelang pemilihan ketum. "Uang ini semuanya bersumber dari proyek Hambalang, yang diambil dari PT Adhikarya selaku pelaksana proyek Hambalang," katanya. Dalam surat kopian tersebut, tercatat bahwa ada pihak yang menerima uang USD 10 ribu hingga USD 20 ribu. Nah, pembagiannya sendiri dilakukan oleh Yulianis melalui Eva, anggota staf Nazaruddin di DPR, yang ditugaskan menjadi tim sukses Anas. "Eva yang ambil ke Yulianis. Eva kemudian menyerahkan ke masing-masing koordinator provinsi. Seperti Jateng ada Pak Dewo, Jabar, Saan Mustofa," ungkap Nazar.Sementara itu, dalam sidang lanjutan, majelis hakim Pengadilan Tipikor menyatakan menolak sepenuhnya nota keberatan yang diajukan pihak Nazaruddin dalam menanggapi surat dakwaan yang disusun Jaksa Penuntut Umum (JPU). Majelis hakim yang dipimpin Darmawati Ningsih memerintahkan JPU untuk melanjutkan proses persidangan dengan pemeriksaan saksi. "Dakwaan penuntut umum telah memenuhi syarat formal dan materil sebagaimana diatur dalam pasal 143 KUHAP," kata Darmawati, saat membacakan putusan sela di Pengadilan Tipikor, Rabu (21/12).Menurut majelis, nota keberatan terdakwa dan kuasa hukum tidak dapat diterima. Terkait keberatan terdakwa yang menyebut dakwaan JPU tidak cermat karena tidak menjelaskan perbuatan terdakwa sebagai penerima hadiah, juga dinilai majelis sudah memasuki pokok perkara. Menurut Darmawati, hal tersebut sudah masuk pokok perkara karena sudah memasuki peran-peran terdakwa. Karenanya semuanya akan dibuktikan di dalam persidangan. (kuh) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.