Selasa, 29 November 2011 Pelindo Diultimatum Diminta Benahi Pelabuhan Martapura Lama BANJARMASIN – Terbengkalainya Pelabuhan Martapura Lama membuat Pemko Banjarmasin mengultimatum PT Pelindo III Banjarmasin untuk segera membenahi atau dihibahkan ke Pemko. Pemko Banjarmasin memberikan tenggat waktu hingga Desember nanti untuk segera dilakukan perbaikan. Sayangnya, Pelindo seakan mengabaikan permintaan dari Pemko Banjarmasin. Padahal, Walikota Banjarmasin Muhidin memberikan ultimatum sejak bulan Juli lalu untuk segera dilakukan pembenahan. Muhidin pun berencana untuk bertemu dengan GM PT Pelindo III Banjarmasin Toto Heliyanto untuk membahas Pelabuhan Martapura Lama. Asisten II Bidang Ekonomi Pemko Banjarmasin Bambang Budianto mengatakan, hingga empat bulan berjalan Pelindo masih belum menunjukkan aktivitasnya untuk melakukan perbaikan Pelabuhan Martapura Lama. “Hingga saat ini masih belum ada tindakan dari Pelindo. Nanti akan ada lagi pertemuan antara walikota dan GM Pelindo untuk membahas masalah ini,” ujarnya. Namun pertemuan antara Muhidin dan GM Pelindo Toto Heliyanto batal. Pasalnya, hingga kemarin Muhidin masih berada di luar kota. Padahal, seminggu yang lalu pertemuan antara Muhidin dengan Toto Heliyanto sudah dijadwalkan. Pertemuan Muhidin dengan Toto Heliyanto rencananya membahas tentang status Pelabuhan Martapura Lama, pemanfaatan pelabuhan, dan rencana pembebasan lahan Pelabuhan Trisakti. “Ada banyak masalah yang dibahas pada pertemuan nanti. Hal yang utama adalah mengenai masalah Pelabuhan Martapura Lama itu sendiri. Pertemuan ini sekaligus silaturahmi, mengingat Toto Heliyanto baru saja diangkat menjadi GM Pelindo III Banjarmasin,” ucap Bambang. Menurutnya, tertundanya perbaikan Pelabuhan Martapura Lama disebabkan Pelindo Banjarmasin masih berkoordinasi dengan Pelindo Pusat. “Mungkin keterlambatan penyelesaian masalah ini ada pada Direksi Pelindo Pusat. Nanti walikota bisa memberikan penjelasan kepada Direksi Pelindo Pusat, kalau perlu menghadap langsung sehingga pengerjaan Pelabuhan Martapura Lama bisa dipercepat,” imbuhnya. Ia menyayangkan Pelindo III yang tidak membersihkan Pelabuhan Martapura Lama. “Saya hanya berharap agar Pelindo mengelola Pelabuhan Martapura Lama dengan baik. Jangan sampai menghalangi rencana tata ruang Kota Banjarmasin,” tegasnya. Bambang menambahkan pihaknya sudah bertemu dengan Ketua Organda Pelabuhan Banjarmasin Joko Wahono untuk membantu koordinasi di Pelabuhan Martapura Lama. “Pada dasarnya kami sepakat untuk setiap truk dan tronton parkirnya harus di Pelabuhan Lama. Jadi tempat tersebut khusus untuk parkir truk dan tronton,” tandasnya. (mr-115) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.