Selasa, 13 Desember 2011 Perbaikan Lingkungan Mendesak BANJARMASIN – Masyarakat yang tinggal di tepi sungai harus waspada. Pasalnya, meski sungai-sungai yang mengalir itu menyediakan sumber air yang melimpah, tapi kualitasnya ternyata sangat jauh dari standar air yang baik untuk dikonsumsi. Kerusakan lingkungan telah berdampak serius terhadap segala aspek kehidupan. Salah satu yang harus mendapat perhatian adalah pencemaran sungai yang perlahan tapi pasti membuat ancaman krisis air bersih kian nyata. “Kalau sekarang masyarakat yang tinggal di pinggir sungai sulit mau pakai airnya untuk minum. Makanya, kita sarankan pakai air PDAM,” ujar Direktur Utama PDAM Bandarmasih Ir Muslih. Dijelaskannya, kualitas air baku yang digunakan untuk menyediakan pasokan air bersih bagi masyarakat Banjarmasin saat ini masih tergolong baik. Hanya saja, statusnya berada di kelas tiga. Padahal, air baku yang baik untuk air minum adalah yang posisinya di kelas satu, seperti air irigasi. Tingkat kekeruhannya yang rendah membuat proses pengolahannya menjadi lebih gampang dan secara otomatis akan menekan biaya produksi menjadi lebih ringan. “Yang berbahaya kalau kelas air baku kita yang sekarang bergeser ke kelas empat, itu berarti ada kandungan zat-zat yang berbahaya,” katanya memperingatkan. Ia menuturkan bahwa ada banyak hal yang saling terkait dalam masalah pencemaran sungai di daerah ini, seperti perilaku masyarakat yang suka membuang sampah ke sungai maupun kerusakan lingkungan yang lebih luas. “Kalau air baku yang kelas tiga ini masih bisa kita olah. Tapi kalau mau mengubah air baku yang di sungai menjadi kelas satu, dukungannya adalah dukungan lingkungan. Namun, kualitas air baku ini sejatinya bukan tanggung jawab PDAM sebagai operator, tapi pemerintah,” ucapnya. Ditambahkannya, air baku dengan kualitas rendah memang masih layak untuk dikonsumsi. Akan tetapi, untuk mengolahnya bakal menyedot biaya yang lebih besar, khususnya untuk penyediaan bahan kimia untuk menjernihkannya. “Kalau kelas satu kan cukup pakai tawas. Nah, kalau kelas tiga harus pakai PAC (Poly Aluminium Chloride, red) yang harganya lebih mahal. Tapi secara umum, untuk keamanannya tidak ada masalah karena kita juga berikan anti bakteri yang sama, di akhir diberi gas flour,” terangnya. (naz) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.