Senin, 26 Desember 2011 Periset Lokal Ditantang Berinovasi Dari Seminar Teknologi Hijau Hima Teklik BANJARMASIN – Para akademisi dan periset di daerah ditantang untuk menciptakan inovasi-inovasi di bidang teknologi lingkungan yang berkarakteristik lokal. Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI Idwan Suhardi mengatakan Indonesia memiliki geografis yang unik dan tidak dimiliki negara lain.“Kita tidak bisa begitu saja mengadopsi teknologi dari Eropa karena karakteristik wilayahnya beda,” ujarnya di sela Seminar Nasional 2011 bertema Teknologi Hijau untuk Kehidupan yang Lebih Baik di Kawasan Kalimantan yang digelar Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (Teklik) Fakultas Teknik Unlam di Rattan Inn Hotel, Sabtu (24/12).Dicontohkannya, sebagai daerah tambang, periset dan akademisi di Kalsel dapat mengembangkan teknologi terkait reklamasi dan revegetasi hutan. Selama ini, katanya, pro kontra yang selalu mengikuti aktivitas pertambangan tidak diimbangi dengan kajian ilmiah untuk mengembangkan teknologi yang dapat mereduksi dampak-dampak negatif yang ditimbulkan.“Batu bara tidak ada di setiap tempat, kalau bukan kita yang memanfaatkan siapa lagi? Tapi tentunya kita harus meminimalisir dampak negatifnya, jangan diambil terus dibiarkan saja, tapi kita harus tahu teknologi reklamasi,” paparnya. Ditambahkannya, selain disesuaikan dengan karakteristik lokal, inovasi teknologi tersebut juga harus melibatkan masyarakat sehingga keberlangsungan penerapannya di lapangan terjamin. “Itulah tantangan para periset dan akademisi, tidak hanya mengembangkan solusi dalam memecahkan masalah sendiri, tapi juga bisa berkontribusi kepada dunia. Jangan hanya membebek!” cetusnya.Namun demikian, diakuinya dunia riset di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti sistem birokrasi dan kebijakan pemerintah. Selain itu, masalah pengembangan teknologi masih dipandang kurang “seksi” jika dibanding isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan ekonomi, misalnya pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.“Isu teknologi lingkungan seperti energi terbarukan masih kurang menjadi perhatian, lebih seksi sawit atau tambang. Kepentingan ekonomi masih lebih kuat ketimbang kepentingan jangka panjang,” tuturnya. Sementara itu, kegiatan seminar yang juga didukung Radar Banjarmasin ini berjalan sukses. Kalimantan Room Rattan Inn Hotel yang terletak di lantai satu dipenuhi sekitar 300-an orang peserta, baik dari kalangan mahasiswa, akademisi, praktisi, dan masyarakat umum. Para peserta pun antusias dengan tema-tema yang disajikan dari para narasumber yang berasal dari berbagai latar belakang dan tak menyia-nyiakan setiap sesi pertanyaan. “Interaksi antar perspektif yang berbeda ini diharapkan dapat menjamin relevansi penelitian di bidang Teknik Lingkungan dalam rangka aplikasi teknologi hijau untuk meningkatkan pembangunan dan memelihara alam sekitar untuk generasi akan datang, baik di Kalimantan maupun nasional,” kata Ema, salah seorang panitia seminar. (naz) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.