Rabu, 7 Desember 2011 Pisang Tanpa Tongkol Dikembangkan KOTABARU - Untuk meningkatkan gairah petani pasca serangan penyakit pisang layu fusarium pada beberapa kecamatan, Pemerintah Kabupaten Kotabaru mulai mengembangkan tanaman pisang kepok tanpa tongkol. "Berdasarkan analisis, virus fusarium lebih dominan menyerang pisang kepok biasa berawal dari tongkol. Sehingga jika tongkolnya tidak ada, pisang tersebut aman dari serangan layu fusarium, " kata Kepala Dinas Pertanian Kotabaru, H Zuhairil Anwar. Dipilihnya pisang kepok tanpa tongkol ini untuk menggantikan jenis pisang biasa, karena pisang jenis ini lebih unggul dibandingkan dengan pisang kepok biasa. Rata-rata per hektare tanaman pisang dapat menghasilkan sekitar 40 ton pisang, atau sekitar 12-13 sisir per tandan. Sementara untuk jenis pisang kepok biasa, hanya menghasilkan sekitar 4-5 sisir per tandan. Selain produktivitasnya tinggi, keunggulan lain jenis pisang kepok tanpa tongkol ini lebih tahan terhadap serangan penyakit virus fusarium. Zuhairil juga mengatakan, saat ini pemerintah baru mengembangkan lima hektare pisang kepok tanpa tongkol, bibitnya diperoleh dari Kalimantan Timur dan Bogor. Setelah tanaman menghasilkan buah, maka pengembangan pisang secara besar-besaran akan dilakukan di tiga kecamatan yang terserang penyakit layu fusarium yakni Pamukan Barat, Kecamatan Sampanahan dan Kecamatan Sungai Durian dengan mengambil anakan batang pisang. Sebelumnya, Kepala Desa Sampanahan Hulu, Wahid, mengungkapkan, sekitar 400 kepala keluarga (KK) di Sampanahan Hulu sudah beberapa tahun ini mengembangkan tanaman pisang kepok. Hasil pisang menjadi sumber pendapatan andalan warga di pesisir utara itu. Akan tetapi akhir-akhir ini mereka mulai lesu dan tidak bergairah berkebun pisang, saat menghadapi serangan penyakit pisang layu fusarium, yang terus menyebar ke lahan-lahan yang lainnya. (ins) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.