Jumat, 9 Desember 2011 PKL Atap Biru Mulai Membongkar BANJARMASIN – Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Baru dan Harum Manis akhirnya mulai membongkar sendiri lapaknya. Dalam sidaknya, Kamis (8/12) pagi, Walikota Banjarmasin Muhidin yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Rusdiansyah datang langsung meninjau pembongkaran tersebut. Dalam pertemuan dengan PKL atap biru, walikota kembali mengimbau agar sebelum tanggal 10 Desember semua kios sudah dibongkar. Dan berjanji akan menata lapak-lapak atap biru sebelum ditempati oleh para PKL. “Kelihatannya para pedagang sudah mulai untuk melakukan pembongkaran masing-masing. Kami berharap agar sebelum tanggal 10 Desember sudah dibongkar. Dan dipersilakan untuk segera menempati tempat yang sudah disiapkan,” ujarnya kemarin. Tak lupa, Muhidin pun mengimbau agar para PKL yang masih bertahan untuk segera membongkar lapaknya. Bila ada yang masih bertahan sesudah tanggal 10 Desember, maka Pemko yang akan membongkar. “Selain itu, Pemko juga akan mencoret nama dari PKL yang tidak membongkar sendiri dari keanggotaan PKL atap biru.. Kalau dihapus, otomatis tidak akan mendapatkan jatah lapak yang baru nanti. PKL tersebut tidak akan mendapatkan jatah, dikarenakan tidak melakukan pembongkaran sendiri,” tegasnya. Sementara PKL pindah ke Pasar Malabar, Pasar Kujajing, dan Pasar Tungging, Pemko akan mengatur lalu lintas di kawasan Pasar Baru terlebih dahulu. Termasuk armada angkot kuning yang mangkal di tempat tersebut. “Parkir di sini akan kami tata lagi, sehingga tidak menimbulkan kemacetan. Termasuk arus lalu lintas dari Pasar Baru hingga Pasar Lima. Dan tak ketinggalan armada angkot kuning yang biasa di sini,” tambah Rusdiansyah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin. Salah satu pedagang yang ditemui mengaku terpaksa harus pindah dari atap biru. “Mau bagaimana lagi, kami terpaksa harus membongkar sendiri kios saya. Daripada dibongkar Satpol PP. Lumayan kan kayu nya untuk membangun kios lagi,” ujarnya sambil meminta namanya tidak dituliskan. Ibu yang berjualan gula ini menambahkan, untuk sementara memilih tidak berjualan terlebih dahulu. “Daripada saya ke atas Pasar Malabar, lebih baik tidak berjualan dulu. Mudah-mudahan janji walikota yang akan membangun kios untuk kami bisa cepat diselesaikan,” harapnya. Sementara itu, di sela-sela sidak ke PKL atap biru, Muhidin menyempatkan diri untuk duduk di sebuah warung. Bahkan Muhidin pun tak segan-segan untuk memesan minuman teh panas. (mr-115) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.