Rabu, 30 November 2011 Polda Turunkan Forensik Selidiki Kasus Pembakaran Pos Polisi BANJARMASIN – Aksi yang dilakukan pelaku pembakaran Pos Polantas Landasan Ulin memang terkesan sangat berani. Sudah tahu itu pos polisi, pelaku tetap nekat melakukan pembakaran dengan cara melempar bom molotov sehingga menghanguskan pos polisi tersebut.Tentu saja kejadian itu mengundang reaksi dari para pejabat di jajaran Polda Kalsel dengan memerintahkan agar kasus ini diselidiki dengan serius. Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Aby Nursetyanto mengatakan, pihaknya akan menjaga situasi dan kondisi agar kondusif dulu, jangan sampai ada kesalahpahaman.Maksudnya, ujar Aby, sebelum aksi pembakaran itu terjadi memang ada keributan antara anggota polantas dengan salah seorang oknum TNI AU terkait masalah sepeda motor yang ditilang petugas lantaran tak dilengkapi surat menyurat kendaraan bermotor. Karena tak terima sepeda motor saudaranya ditilang polisi, oknum TNI AU ini tak terima dan berusaha mengeluarkan sepeda motor tersebut. “Ketika mau mengambil sepeda motor di Pos Polantas Landasan Ulin, anggota Polantas yang berjaga di Pos Polantas tersebut mempertahankan sepeda motor tersebut karena oknum TNI AU itu tak bisa menunjukan surat kelengkapan bermotor,” tutur Aby.Karena sama-sama bersikeras, akhirnya terjadi pemukulan yang dilakukan oknum TNI AU terhadap anggota Polantas. “Pemukulan tersebut tidak tertuju langsung kepada anggota Polantas, tapi terjadi lantaran oknum TNI AU ini berontak ketika mau dipegang anggota Polantas,” katanya.Dibeberkannya, pihaknya tidak berani memastikan apakah pembakaran tersebut diduga dilakukan oknum TNI AU. Pihaknya tidak bisa langsung menuduh bahwa yang melakukan pembakaran itu adalah oknum TNI AU. “Pelaku pembakaran tersebut belum ditemukan karena kita masih mengumpulkan bukti-bukti dengan meminta keterangan saksi-saksi dari para pedagang yang ada disana. Yang pasti, sudah tiga orang saksi yang kami periksa,” bebernya.Aby menceritakan, usai melakukan pembakaran di Pos Polantas, pria tak dikenal tersebut beranjak pergi menggunakan sepeda motor menuju kawasan Bandara Syamsudin Noor. Menariknya, sebelum beranjak pergi, pria tersebut sempat mengancam kepada anggota Polantas dengan mengatakan setelah membakar Pos Polantas Landasan Ulin maka akan ada pembakaran lainnya. “Kasus ini masih kita dalami lagi,” tegasnya.Dijelaskannya, walaupun para saksi sudah mengatakan kalau yang dilempar pria tak dikenal itu adalah bom molotov, pihak tetap perlu pembuktian spesifik. “Sore ini (kemarin, Red) tim Labfor Surabaya akan datang untuk melakukan penyelidikan dengan memeriksa barang bukti bom molotov tersebut,” tuturnya.Sementara itu, Tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya kemarin sore tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pos polisi yang terbakar di Jalan A Yani Km 25. Dari pantauan Radar Banjarmasin di lapangan dua orang petugas melakukan indentifikasi dan mengumpulkan beberapa barang bukti dari TKP. Salah satu petugas Lapfor AKBP S Haryono mengatakan ada beberapa barang bukti yang sudah dikumpulkan dan akan segera diperiksa di Laboraturium Forensik di Surabaya.“Beberapa barang bukti yang kami ambil setelah olah TKP ada abu, pecahan botol, kain warna merah dan pecahan batako. Tetapi kami belum bisa menyimpulkan apa penyebab kebakaran pos jaga ini. Paling cepat satu minggu kedepan hasil secara lisan baru bisa diketahui apa penyebab kebakaran tersebut,” terang Haryono kepada Radar Banjarmasin.Sementara Kapolresta Banjarbaru, AKBP Budi Santoso kemarin pagi mengatakan, kalau kebakaran tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian razia Zebra Intan Selasa (29/11) sore di Polsek Banjarbaru. Tetapi ia membenarkan kalau ada salah satu oknum dari kesatuan lain yang melakukan pembakaran kendaraan jenis Vespa saat razia digelar.“Sejauh ini kami memutuskan tidak ada hubungan kejadian kebakaran pos jaga dengan tindakan pembakaran kendaraan saat razia. Pokoknya semuanya akan terungkap setelah tim Lapfor melakukan pemeriksaan barang bukti. Kalau di luar sana banyak cerita yang berkembang seperti itu, semuanya hanya isu saja,” terangnya.Lantas saat Radar Banjarmasin menanyakan ada pembicaraan apa pihaknya mendatangi markas TNI AU Selasa malam hingga pukul 00.00 Wita lebih. Budi mengatakan, kunjungan tersebut untuk meyelasaikan masalah atas insiden yang terjadi pada saat razia saja. Ia mengaku tidak ada membicarakan persoalan kebakaran pos jaga di Landasan Ulin tersebut.“Kami ingin setelah insiden sore kemarin tidak ada lagi insiden lanjutan, makanya kami melakukan pembicaraan dengan phak TNI AU untuk sama-sama meredam emosi. Kami juga mengatakan kalau anggota kami salah akan kami lakukan penindakan. Saat ini oknum yang membakar kendaraan berinisial Serda M sudah diamankan di POM AU,” terangnya seraya mengatakan barang bukti vespa dan kain berwarna hijau disita bagian Lantas Polresta.Di sisi lain saat Kepala POM AU, Lettu Rindo kemarin berkunjung ke Polresta Banjarbaru dan dimintai keterangan tidak mau berkomentar. Sambil masuk ke mobil dinasnya warna putih yang bertuliskan PM ia mengatakan kedatanganya tersebut hanya silaturahmi dengan koleganya yang satu leting yaitu Kabag Ops Kompol Shondy. “Saya kesini hanya silaturahmi dengan sahabat saya satu angkatan,” terangnya dari dalam mobil dinasnya seraya berlalu.Secara terpisah, Kasatlantas Polresta Banjarbaru AKP Suparno mengatakan, kegiatan Zebra Intan 2011 terus berjalan sesuai dengan jadwal. Ia mengatakan sore kemarin juga tetap menggelar kegiatan tersebut di Polresta Banjarbaru. Meskipun ada sedikit perubahan. Karena sebelumnya dirancanakan kegiatan dilaksankan di halaman makam sebelum Asrama Haji. “Karena keadaan masih sedikit tegang operasi Zebra Intan untuk hari ini (kemarin) kami pindahkan ke mako,” ucapnya. (hni/sur/yn/bin) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.