Selasa, 13 Desember 2011 Polisi Tala Tangkap Pelangsir Amuntai Kehabisan Bensin PELAIHARI - Di tengah antrean panjang para pemburu solar, sejumlah pihak masih memanfaatkannya untuk kepentingan bisnis secara tidak sehat. Ini terlihat dari hasil penangkapan dua unit mobil pelangsir solar dengan tangki minyak yang telah dimodifikasi, oleh jajaran Polres Tanah Laut kemarin (13/12) sekitar pukul 08.00 Wita.Karena telah dimodif, kapasitas pengisian mobil ini meningkat dari biasanya. Seperti mobil jenis Pikap bernomor polisi DA 9234 B. Setelah dimodif mobil yang mempunyai standar isi BBM hanya 60 liter bisa menjadi 75 liter. Sementara minibus jenis Panther dengan nomor polisi DA 8612 AK tangki minyaknya mampu menampung 250 liter. Selain dua unit mobil tersebut, polisi juga berhasil mengamankan belasan jeriken untuk pelangsiran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di sejumlah SPBU wilayah Kota Pelaihari. Untuk mengungkap kasus tersebut, jajaran Polsek Pelaihari juga telah memintai keterangan pengawas SPBU serta sopir dari kedua pemilik mobil tersebut. Jika dari hasil pemeriksaan itu telah melanggar undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, maka pelangsir tersebut akan diproses lebih lanjut.Kapolsek Pelaihari AKP Idit Aditya mengatakan, pihaknya melakukan operasi ini atas perintah atasan untuk melakukan penertiban. Selain itu karena prihatin melihat antrean para pelangsir solar yang hampir menutupi bahu jalan. Bahkan mengganggu para pengendara lain saat melintas di depan SPBU sekitar masjid Al Manar itu."Para pelangsir ini sudah melampui batas dan mengganggu lalu lintas jalan," terangnya.Idit menambahkan, pihaknya kini akan terus memantau dua SPBU lagi di wilayah hukum Pelaihari dengan dugaan masih marak pelangsiran BBM jenis solar yang sering kali dikeluhkan warga masyarakat. Sementara itu, di Kota Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara, kondisi kelangkaan BBM jauh lebih parah. Belum lagi tuntas persoalan kelangkaan solar, warga harus dihadapkan dengan langkanya premium hingga ke tingkat pengecer kios-kios bensin rumahan. Harganya bahkan sudah mencapai Rp 6.500 hingga 7.000,- perliter.Walau begitu, sejumlah SPBU masih menjadi harapan warga. Mereka rela antre berjam-jam meski bensin yang ditunggu belum tentu datang. Dari Pantauan Radar Banjarmasin di SPBU Banua Lima Selasa (13/12) sekitar pukul 17.30 Wita kemarin, tampak ratusan pengendara roda dua dan roda empat yang akan mengisi premium dan solar. Terlihat juga palang besi ukuran besar bertuliskan “bensin habis” dipasang di depan SPBU. Kondisi serupa berlangsung di SPBU Pekapuran. SPBU ini dijajal antrean kendaraan bermotor.Menurut salah satu petugas SPBU di Amuntai, stok Premium dari Pertamina tidak ada akibat pengurangan jatah dan pasokan. Namun, sambungnya BBm akan tiba sore atau malam hari tadi. Untuk pasokan premium maupun solar sendiri datang kadang sesuai jadwal maupun agak molor (telat). “BBM akan habis ketika para pengecer dan pengantre lainnya sudah melakukan pengisian. Bahkan pertamax pun juga habis diborong para pengantre BBM,” ungkap petugas SPBU yang meminta namanya tidak dikorankan.Akibat langkanya BBM, sejumlah kios pengecer bensin rumahan juga harus menutup usahanya sementara, seperti yang terjadi di Kelurahan Sungai Malang. Salah satu pengecer, Sani mengatakan, pasokan BBM semakin hari semakin berkurang, bahkan ia sampai kehabisan stok. Salah satunya karena jatah pembelian dibatasi hanya 50 sampai dengan 80 liter sekali melakukan pengisian BBM jenis premium di SPBU. “Bahkan kadang saya tidak dapat jatah bensin, padahal sudah antre,” ungkapnya.Salah seorang warga Kebun Sari Hery (28) mengaku dirinya tidak mempersoalkan harga bensin sekarang ini yang mencapai angka Rp7000. Yang penting, tegasnya, stok bensin ada. “Bagi saya, bensin dapat tersedia setiap saat di SPBU di kota ini,” pintanya.Terpisah, Kapolres HSU AKBP Rudi Haryanto SIK melalui Kasat Intelkam Polres HSU AKP Renaldo S.Kom mengatakan kondisi seperti ini memang kerap terjadi. Tidak saja di Kota Amuntai tetapi merata di Kalimantan Selatan. Namun, katanya polisi tidak akan tinggal diam. Jika SPBU selaku pengecer resmi dari Pertamina terindikasi "bermain" maka akan ditindak sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku.(ard/mar/yn/abj) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.