Rabu, 30 November 2011 Pos Polantas Landasan Ulin Dibakar Dilempar Bom Molotov BANJARBARU – Ratusan pengendara yang melintas di Simpang Empat Bandara Syamsudin Noor Jalan A Yani Km 25, Landasan Ulin Banjarbaru Selasa (29/11) malam sontak kaget. Pasalnya, api membumbung persis di salah satu bahu jalan arah Banjarbaru. Ternyata yang terbakar adalah Pos Polantas.Api yang berkobar mulai pukul 21.10 Wita tersebut membuat pengendara menghentikan motornya. Mereka pilih menepi di sekitar bundaran dan bahu jalan. Sejumlah pedagang sekitar pun berhamburan dari kiosnya untuk menyaksikan peristiwa tersebut. Kemacetan sempat terjadi di sekitar bundaran.Sayangnya, hingga 25 menit api melahap kayu pos tersebut, tak ada satu pihak pun yang berupaya memadamkan. Namun, ketika kabel listrik yang terbakar mulai merambat ke kantor Kecamatan Landasan Ulin di sebelahnya, sejumlah warga memukul kabel listrik yang menghubungkan antara pos polisi dengan kantor kecamatan, hingga putus.Soal asal api, S (15) seorang pedagang buah di seberang pos polisi mengaku, sempat melihat pelaku pembakaran. Menurutnya, ada tiga pria dengan menggunakan dua buah motor, seorang diantaranya melempar sesuatu ke arah pos polisi, disusul bunyi ledakan.“Kayanya yang dilempar itu botol bensin, karena api langsung berkobar,” ujarnya.Keterangan S dikuatkan M (35) yang saat itu berdiri di depan rombong martabak di depan pos polisi. “Tiba-tiba ada suara ledakan. Ketika melihat ke arah suara maka api sudah membesar di pos polisi,” ujarnya.Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Hanya pos polisi yang terbakar tampak hangus berikut beberapa perkakas di dalamnya, seperti TV, AC, meja dan kursi.Api benar-benar reda setelah sekitar 30 menit kemudian ketika dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Petugas pun langsung memadamkan sumber api. Tak lama kemudian puing-puing pos polisi itu di–police line oleh petugas. Keterangan warga nyaris serupa dengan yang diungkapkan Pejabat Sementara Kepala Bidang Humas Polda Kalsel, AKBP Aby Nursetyanto. Dikatakannya, penyebab kebakaran dilakukan orang tidak dikenal yang melemparkan benda sejenis bom molotov ke dalam pospol tersebut. "Petugas masih melakukan penyelidikan di lapangan termasuk mencari pelaku pelempar benda berisi bahan bakar yang diduga bom molotov sehingga membuat pospol terbakar," ujar mantan Kapolres Banjarbaru itu.Menurut Aby, saat kebakaran berlangsung, pos yang setiap hari digunakan anggota Polantas Polres Banjarbaru berjaga itu dalam keadaan kosong karena petugas tidak ada yang piket di pos tersebut. “Saat kejadian berlangsung petugas jaga memang tidak ada di tempat. Kebetulan petugas sedang istirahat atau ada yang sedang keluar dari penjagaan, jadi kejadian pastinya tidak ada yang tahu,” tambahnya.Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan pun sempat terlihat di lokasi. Tapi saat coba diwawancarai wartawan, Rudy enggan memberi komentar dan segera berlalu dengan mobil dinasnya. Adapun Kapolresta Banjarbaru AKBP Budi Santoso hingga berita ini diturunkan belum bisa dimintai keterangan. Kapolres sebenarnya sempat meninjau lokasi kebakaran sekira pukul 21.30, namun ketika hendak diwawancara dia sudah terlanjur naik ke mobil dobel cabin warna merah silver yang disopiri oleh Kapolsek Banjarbaru Barat AKP Teguh Prijanto. Mobil kemudian melaju kearah Bandara. Kabag Ops Kompol Sondy mengatakan, bahwa Kapolres hendak ke TNI AU dulu.Wartawan koran ini beserta sejumlah awak media pun berusaha menyusul. Namun sebelum masuk pintu gerbang TNI AU, rombongan wartawan ini justru diadang sejumlah orang yang dilengkapi pentungan, seraya mengusir. “Bubar-bubar, siapa yang menyuruh ke sini,” ujar seorang pria berbadan tegap, sambil mendorong-dorong wartawan Koran ini. Vespa Dibakar OknumSementara itu, informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin tadi malam, pos polisi tersebut memang kosong, karena seluruh anggota Polres sedang ditarik ke Mapolresta Banjarbaru. Menyusul insiden yang terjadi sore kemarin di Polsek Banjarbaru, ketika sedang digelar razia kendaraan bermotor. Seorang oknum anggota dari kesatuan tertentu, berusaha mengeluarkan motor rekannya jenis vespa yang terjaring. Karena tidak diperkenankan, oknum tersebut marah dan menyulut api di tangki vespa tersebut. Beruntung api dapat dipadamkan. Terkait peristiwa ini, Kapolsek Banjarbaru Kompol Wiji membenarkan, ada vespa yang sedang diamankan karena dibakar, sementara oknum pelaku pembakaran diamankan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom). (tim) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.