Kamis, 8 Desember 2011 Rawan, Tapi Masih Digunakan MARTAPURA – Beberapa jembatan gantung di desa-desa Kabupaten Banjar berada dalam kondisi tidak aman. Hal tersebut di sebabkan pagar pengaman di kedua sisi jembatan banyak yang rusak. Lihat saja, jembatan gantung yang berada di RT 01 Kampung Melayu Tengah Kelurahan Martapura Timur. Jembatan ini di gunakan warga desa tersebut untuk menyeberang menuju Desa Pekauman Dalam. Namun pagar yang terbuat dari terali besi di sisi kanan kirinya, rusak, bolong dan hilang samasekali. Aini, warga Kampung Melayu Tengah kepada Radar Banjarmasin, Kamis (8/12) mengatakan, masyarakat sudah melayangkan proposal kepada pemerintah, namun belum mendapat respon. “Susah kalau seperti ini. sudah sering orang jatuh dari atas jembatan,” ujarnya. Dia menambahkan, risiko para pengguna jembatan semakin tinggi, ketika ada pengajian. Sebab, saat pengajian itulah keadaan jembatan dalam puncak ramai-ramainya. Ada yang melintas dengan kendaraan roda dua, juga pejalan kaki. Semua harus antri. “Memang rawan, tapi tidak ada pilihan lain, ya tetap harus digunakan,” ujar Aini. Warga berharap, agar pemerintah bisa membuat jembatan permanen, sehingga warga tidak perlu mengantre lagi saat melintas. Lain lagi dengan warga Lok Buntar Kecamatan Sungai Tabuk. Mereka di sana malah mengatakan kalau pernah ada orang yang terjatuh ke dalam sungai beserta kendaraannya. “Pengendaranya tidak apa-apa, tapi sudah sekali menaikkan motornya ke darat,” ujar Sabrani (40) warga disana. Untuk jemabatan gantung Desa Lok Buntar sendiri, kondisinya lebih parah dari jembatan gantung Kampung Melayu Tengah yang memang lebih dekat dengan kota. Jembatan gantung Lok Buntar, lantainya sudah ada yang rusak. Bunyi derit menakutkan terdengar kala kita lewat di atasnya dengan sepeda motor. Sementara terali pengaman di kedua sisi banyak sekali mengalami kerusakan. (mr-119/ij/bin) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.