Senin, 19 Desember 2011 Rumah BANJARMASIN – Sikap Pemerintah Kota Banjarmasin yang ingin mempertahankan keberadaan dua buah rumah tua di kawasan siring Jl KP Tendean dinilai tanpa didasari alasan jelas. Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin M Dafik As’ad mengatakan bahwa kedua bangunan tersebut tak punya nilai historis yang membuatnya layak dikategorikan sebagai cagar budaya dan wajib dilestarikan. “Sepertinya perlu dipertimbangkan lagi, itu kan hanya rumah bahari,” ujarnya. Dikatakannya, dalam peraturan daerah diamanahkan bahwa sebuah bangunan bisa jadi cagar budaya kalau ada nilai sejarahnya. “Kalau sekarang malah jelek kelihatannya,” katanya. Terlebih, lanjutnya, rumah tua berlabel “Anno 1925” yang menandakan tahun berdirinya itu berlokasi di sempadan sungai sehingga dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk. “Nanti masyarakat jadi berpikir bahwa membangun rumah di sempadan sungai boleh karena melihat rumah tua ini,” tukasnya. Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin tetap dengan rencana semula untuk mempertahankan kedua rumah berarsitektur unik itu. Desain rehab bangunan sudah diselesaikan sejak tahun 2010, sedangkan pengerjaannya bakal dilakukan tahun depan.Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Perumahan Kota Banjarmasin Ahmad Fanani mengatakan bahwa karena ada komitmen dari Walikota Banjarmasin Muhidin untuk membenahi kawasan Jl KP Tendean, maka dianggarkan dana untuk rehab kedua rumah tersebut. “Sebenarnya kita bukan membangun, tapi hanya rehab,” ucapnya. Dibeberkannya, bentuk bangunan rumah akan dipertahankan dan pihaknya hanya melakukan perbaikan-perbaikan saja, misalnya meninggikan bangunan rumah karena yang ada sekarang terlalu rendah. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keaslian bangunan yang umurnya hampir seabad itu. “Jadi, yang kita lestarikan di sana memang bukan karena sejarahnya, tapi arsitekturnya,” tegasnya. Ditambahkannya, di Banjarmasin sudah tidak ada lagi rumah tempo dulu yang bentuk bangunannya masih utuh seperti rumah tua di Jl KP Tendean. “Kayu ulinnya masih utuh, dan umurnya sudah tua karena dibangun tahun 1925,” sambungnya. Diharapkan, kedua rumah itu nantinya bisa menambah daya tarik wisata siring Tendean. “Rencananya, di situ kita akan fungsikan untuk pusat promosi pariwisata dan kantor Dekranasda,” pungkasnya. (naz) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.