Jumat, 23 Desember 2011 Sarung ABK Bungkus Jenazah Lima Kapal Perang Cari Korban SIDOARJO - Jajaran TNI-AL berupaya all out mencari imigran gelap dari Timur Tengah yang kapalnya tenggelam di pesisir selatan Trenggalek. Setelah menugaskan kapal perang RI (KRI) Untung Suropati dan KRI Oswald Siahaan tak sampai sehari setelah insiden terjadi Sabtu (17/12) lalu, mereka memerintahkan tiga KRI jenis patroli lainnya untuk beroperasi di seputaran laut selatan Jawa Timur dan perairan selatan Bali.Tiga KRI itu di antaranya, KRI Pandrong, KRI Multatuli, dan KRI Weling. Pilot TNI-AL juga mengoperasikan helikopter Bolkow BO-105 punya Badan SAR Nasional (Basarnas) dan menerjunkan pesawat udara Casa NC-212. "Kami ikut turun mendukung Basarnas karena laut merupakan wilayah kedaulatan kami," kata Kepala Dinas Penerangan Armada Timur (Kadispen Armatim) Letkol Laut (KH) Yayan Sugiana kemarin (22/12). Selama hampir tujuh jam, Yayan bersama Jawa Pos dan jajaran Skuadron Udara 600 Pangkalan Udara TNI-AL (Lanudal) Juanda menyisir laut selatan mulai pukul 08.30. Menggunakan Casa nomor lambung U-612, pesawat mengarah ke Lumajang. Pesawat dipiloti Mayor Laut (P) Andri Wahyudi dengan Co-pilot Kapten Laut (P) Rohyani. Pencarian terbang rendah dimulai dari sekitar Pulau Nusa Barong, Lumajang sampai Jimbaran, Bali pergi-pulang (PP)."Kebetulan kami tidak menemukan imigran atau jenazah yang mengapung di laut. Tadi, KRI Oswald Siahaan menemukan 28 jenazah di laut dekat Alas Purwo, Banyuwangi. Sedangkan 7 jenazah lain di Nusa Dua, Badung, Bali," terang dia. Yayan mengungkapkan, pengangkatan jenazah cukup dramatis. KRI yang biasanya bertugas operasi harian di wilayah perbatasan utara Sulawesi itu tidak dibekali kantong mayat.Kain sarung yang dibawa personel TNI-AL dalam tugas rutin itu direlakan untuk membungkus jenazah. "Karena tidak siap kantong mayat, ada 21 sarung punya ABK (anak buah kapal) yang dipakai mengevakuasi jenazah dari laut ke kapal," tuturnya. Lantaran diperkirakan masih banyak imigran yang belum ditemukan, jajarannya akan lebih fokus melalukan pencarian di perairan Bali. "Kemungkinan arus air laut mengarah ke timur. Arus di selat Bali ke arah utara cukup kencang juga," timpal Andri. Tidak menutup kemungkinan, yakin dia, imigran yang tenggelam ada yang tertahan di sekitar di selat Bali maupun terbawa arus ke daerah pesisir selatan pulau Lombok. Meski pencar'ian hingga hari keenam belum dihentikan, jajarannya tetap me-backup Basarnas sampai ada kebijakan pencarian di hentikan. (sep) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.