Senin, 28 November 2011 Satu Truk Sampah, Setengah Ton Kompos BANJARMASIN – Setiap hari sekitar 6 meter kubik sampah dihasilkan dari aktivitas perdagangan di Pasar Sentra Antasari. Di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) TPA Organik Basirih yang berada di lingkungan TPA Basirih Kecamatan Banjarmasin Selatan, sampah dari Pasar Sentra Antasari setiap harinya ditransfer untuk kemudian disulap menjadi kompos. Utih, salah seorang petugas di TPST TPA Organik Basirih menuturkan, dalam sehari satu truk sampah itu bisa menghasilkan kompos sampai 500 kilogram. “Tapi melihat kondisi cuaca juga, kalau sering hujan tidak bisa setiap hari karena untuk membuat kompos kita perlu tenaga matahari,” katanya. Hasilnya, sebagian dimanfaatkan sendiri untuk pemupukan tanaman yang ada di taman-taman di Kota Banjarmasin maupun untuk penghijauan. Sedangkan sebagian lagi dijual. Peminatnya kebanyakan adalah para pekebun, baik lokal maupun dari luar daerah seperti Marabahan dan Bati-Bati. Dijelaskannya, sebelum diolah, sampah yang masuk ke lokasi dipilah dulu secara manual untuk memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Setelah dipilah, biasanya sampah organik yang tersisa tinggal sekitar 5 meter kubik, yang lainnya adalah sampah anorganik seperti kayu, plastik, dan sebagainya. Sampah organik yang telah dipisahkan dibawa ke area pengomposan, sedangkan sampah anorganik yang tidak terpakai dimasukkan ke dalam kontainer dan dibuang ke pembuangan akhir. “Setelah dipisah, sampah organik kemudian dicacah dan ditumpuk,” terangnya. Sampah ini ditumpuk menjadi gundukan berbentuk trapesium memanjang. Setelah sampai seminggu, lalu dilakukan pembalikkan dengan cara memindahkan tumpukkan atau digulirkan ke blok di sebelahnya. “Setelah sampai ke tempat yang paling ujung, kemudian masuk ke area penggemburan selama maksimum 3 hari kalau cuaca panas, atau kalau ada hujan bisa sampai 4 hari sampai benar-benar kering. Setelah itu dicacah lagi, setelah itu baru diayak. Waktunya sampai jadi ini kurang lebih sebulan,” lanjutnya. Diungkapkannya, dulu produksi kompos lebih banyak karena sampah yang masuk berasal dari semua pasar yang ada di Banjarmasin. Tadinya setiap hari truk yang masuk mencapai 4 buah, sehingga dalam satu blok di area pengomposan ada 4 truk sampah yang ditumpuk. “Dulu setiap ada pasar diletakkan kontainer, makanya banyak produksinya waktu itu. Sekarang sudah menurun karena untuk mengambil sampah itu tentu perlu ongkos. Selain itu, kalau dari pasar lain kebanyakan sampahnya sampah plastik sehingga agak cerewet pemilahannya,” jelasnya. (naz) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.