Minggu, 18 Desember 2011 Staf Ahli Kominfo Sindir Operator Hanya Bangun Jaringan yang Menguntungkan BANJARMASIN – Wilayah Indonesia khususnya bagian tengah dan timur nampaknya belum menjadi prioritas bagi penyedia jasa layanan telekomunikasi atau operator di Indonesia. Terbukti di wilayah Indonesia termasuk Kalsel masih sering terjadi gangguan. Tak hanya itu, kualitas layanan juga jauh dibandingkan dengan di Jakarta yang super cepat.Fakta ini tak ditampik oleh Staf Ahli Menkominfo Bidang Media Massa dan Informasi Hendri Subiakto saat berada di Banjarmasin, baru-baru tadi. Hendri yang hadir pada penyerahan SK lokasi Mobil Penyedia Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK) mengatakan, Indonesia bagian tengah dan timur termasuk Kalsel memang belum menjadi prioritas operator seluler untuk membangun jaringan yang baik. Hal tersebut, lanjut Hendri, dapat dilihat dari belum maksimalnya pembangunan infrastruktur seperti BTS (Base Transceiver Station) yang hanya terpusat di daerah perkotaan atau pun daerah yang menguntungkan dari sisi bisnis. Daerah pedalaman maupun pelosok kerap kali diabaikan.“Infrastruktur di tengah dan timur memang terbatas. Operator hanya membangun di daerah yang menguntungkan secara bisnis. Memang kalau di kota kualitas layanannya cukup bagus, namun kalau sudah ke daerah yang lebih pelosok pasti akan mengalami kesulitan atau bahkan tidak ada layanan,” ungkap Hendri. Meski demikian, Kementerian Komunikasi dan Informatika selaku regulator terus mendorong agar masyarakat di segala penjuru Indonesia termasuk di Kalsel mendapatkan pelayanan yang maksimal. Salah satu program yang terus dikembangkan adalah program USO (Universal Service Obligation). Program ini dikembangkan di daerah yang tidak potensial secara ekonomi salah satunya di daerah pelosok di Kalsel. “Agar masyarakat bisa menikmati jaringan internet, kita upaya itu tapi operator tentu tetap mempunyai tanggung jawab untuk memperbaiki dan memperluas layanannya,” ujar Hendri. Sementara itu, gangguan salah satu operator di Kalsel sempat membuat kesal beberapa pejabat di Pemprov Kalsel. Kepala Biro Perlengkapan Setdaprov Kalsel Wing Ariansyah misalnya, kesal karena operator yang sudah ia gunakan untuk berkomunikasi sejak tahun 1997 tersebut bermasalah. Ia pun berharap gangguan yang terjadi awal pekan lalu tak akan terulang lagi. Selain Wing, Hadi Soesilo juga kecewa. Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum dan Politik ini mengaku kikuk saat operator seluler yang ia pakai mengalami gangguan. Pekerjaan yang sudah direncanakan sebelumnya pun akhirnya tertunda. (tas) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.