Rabu, 30 November 2011 Tujuh Mobil di Dasar Sungai Minibus Terjebak Rangka Jembatan TANDA tanya bagaimana kondisi di dasar Sungai Mahakam, tepat di bawah Jembatan Kartanegara yang runtuh akhirnya terjawab. Itu setelah diperoleh hasil pemotretan echo-sounding tiga dimensi oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).Pagi kemarin, tim evakuasi mendapatkan citra dari pemotretan. Ada tujuh kendaraan di dasar sungai. Sementara posisi bentang di 25 meter sebelah hilir jembatan. Posisinya terguling dengan aspal menghadap ke arah hilir. Ada tujuh kendaraan roda empat. Enam sudah tidak di dalam jembatan. Sementara satu objek sepanjang 5,7 meter yang diduga minibus, terperangkap rangka baja.Citra ini membuat rencana evakuasi sebelumnya yakni mengangkat badan jembatan menggunakan balon, urung dilaksanakan. Sebab, tujuan utama SAR adalah mengevakuasi korban di dalam mobil. Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal Bambang Widaryatmo mengatakan, diduga ada 30 orang di dasar sungai. Ini berdasarkan laporan mereka yang merasa kehilangan anggota keluarganya. "Jumlahnya bisa lebih karena kemungkinan ada yang tidak dilaporkan kepada kami," ungkap Kapolda yang selama evakuasi terus di lokasi kejadian. Menurut penjelasan Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Daryatmo, tim evakuasi bekerja menggunakan crane dan tug boat untuk mengangkat kendaraan yang sudah terlepas dari jembatan. Ada sekitar delapan crane dan tug boat yang disiapkan. Kencangnya arus bawah Sungai Mahakam masih menjadi kendala. Kemarin, arus tercatat 2,5 knot. Penyelam baru bisa memegang atap bus ketika arus agak tenang pada pagi hari. Selain itu, jarak pandang nol meter juga jadi penghambat. Daryatmo menegaskan, evakuasi terus dijalankan hingga korban ketemu. "Berikan kami kesempatan untuk tugas mulia ini," terangnya, kemarin. Sejumlah anggota DPR dari Komisi V juga meminta supaya pencarian korban dipercepat. Siang kemarin, satu lagi korban meninggal ditemukan. Budi Yulianto (35) ditemukan sekitar beberapa kilometer dari lokasi kejadian. Jumlah korban tewas hingga malam tadi 19 orang. Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari mengatakan, telah mengklaim kepada pihak asuransi Rp 12 miliar untuk uang duka kepada keluarga korban. Jembatan yang mulai digunakan 10 tahun lalu dengan nilai aset Rp 884 miliar (penilaian pada 2007) ini diasuransikan kepada PT Asuransi Dayin Mitra. (fel) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.