Senin, 5 Desember 2011 Zelang Haul ke-85 Tuan Surgi Mufti H Jamaluddin, Sungai Jingah Dua Mufti Zuriat Datu Kelampayan Memiliki Nama Sama Tahukan anda, bahwa dalam sejarah Banjar, ternyata ada dua orang zuriat Syekh Muhammad Arsyad al Banjary yang pernah menjabat sebagai Mufti Kerajaan dan memiliki nama sama. Zalyan Shodiqin Abdi, MartapuraKedua keturuan Datu Kelampayan tersebut adalah Alimul ‘Allamah Mufti Haji Jamaluddin bin Syekh Muhammad Arsyad al Banjary dan buyut Datu Kelampayan, Alimul ‘Allamah Surgi Mufti H Jamaluddin bin Hj Zalekha.Senin (5/12), penulis bertandang ke rumah seorang ulama di Desa Dalam Pagar Ulu Martapura yang bernama KH Irsyad Zein. Ulama yang dikenal aktif menulis dan populer dengan nama Abu Daudi ini, sengaja mengundang Radar Banjarmasin, menjelang haul ke 85 Tuan Surgi Mufti Sungai Jingah Jumat (9/12), sekaligus meluruskan informasi yang disiarkan dari sebuah TV swasta di Banjarmasin dan situs di internet. Dalam kedua media itu, menurut KH Irsyad Zein, bahwa ada terdapat kesalahan, karena diberitakan kalau ‘Alimul ‘Allamah Surgi Mufti H Jamaluddin bin Syekh Muhammad Arsyad al Banjary di makamkan di Kubah Sungai Jingah Banjarmasin. “Padahal Kalau yang di makamkan di Sungai Jingah itu adalah Alimul ‘Allamah Surgi Mufti H Jamaluddin bin Hj Zalekha yang lebih terkenal dengan sebutan Tuan Surgi Mufti,” ujar ulama yang juga keturunan Datu Kelampayan.Karena kedua ulama tersebut mempunyai nama dan jabatan yang sama maka orang sering salah dalam mengenalnya. “Kalau Mufti yang merupakan anak Syekh Muhammad Arsyad al Banjary maka itu menjabat di masa Sultan Adam sedang yang buyut (Tuan Surgi Mufti, Red) menjabat pada masa pemerintahan Belanda,” terangnya.Adapun Tuan Surgi Mufti sendiri adalah merupakan seorang ulama besar yang lahir sekitar tahun 1243 H atau 1828 M, keturunan dari H Abdul Hamid Qusyasyi/Hj Zalekha, yakni pada masa pemerintahan Sultan Adam. Kemudian setelah dewasa maka beliau, sebagaimana kakeknya Datu Kalampayan (Syekh Muhammad Arsyad al Banjary), pergi berangkat ke Mekkah untuk memperdalam ilmu-ilmu agama. Disana beliau mempunyai banyak guru dan salah satunya adalah ‘Alimul’allamah Syekh ‘Athaillah.Hampir 20 puluh tahun beliau menimba ilmu di Mekkah. Sewaktu menimba ilmu tersebut ada cerita menarik tentang beliau. Ketika masa-masa menuntut ilmu, beliau kedatangan seorang paman yang bernama ‘Alimul’allamah Qadhi H Abd Samad Marabahan. Praktis paman dan keponakan ini berguru bersama di Mekkah.Delapan tahun kemudian, ‘Alimul’allamah Qadhi H Abd Samad Marabahan di anjurkan guru-gurunya untuk pulang mengajar di Indonesia. Mendengar itu, Tuan Surgi Mufti sang kemenakan pun heran. Pikir beliau, kenapa pamannya cepat sekali diizinkan pulang padahal lebih lama beliau belajar di Mekkah.Penasaran, lantas Tuan Surgi Mufti mengajak pamannya tersebut untuk saling berbagi ilmu agama, mulai dari syariat, thariqat sampai ilmu hakikat. Setelah selesai, maka paman Tuan Surgi Mufti melaksanakan salat sunat. Ketika itulah Tuan Surgi Mufti melihat tingginya karomah pamannya tersebut. Pada saat salat sunat, Tuan Surgi Mufti tidak dapat melihat tubuh pamannya, setelah selesai salat baru beliau dapat melihatnya lagi. Dari itu kemudian beliau berjanji bawa tidak akan pulang sebelum mempunyai ilmu seperti pamannya. “Ulun tidak akan pulang, kalau tidak mendapat ilmu yang sampian dapat,” ujar Abu Daudi menirukan percakapan Tuan Surgi Mufti dengan Qadhi H Abd Samad.Setelah ilmu beliau dirasa cukup, maka pulanglah beliau ke Kabupaten Banjar untuk meneruskan perjuangan generasi pendahulunya dalam menegakkan Islam di tanah Banjar ini. Kemudian beliau pun dikenal sebagai ulama yang peramah dan memiliki pengetahuan tinggi dalam agama. Banyak sekali orang-orang datang berkunjung kerumah beliau untuk menuntut ilmu. Uniknya, Tuan Surgi Mufti selalu saja memberikan hidangan kepada orang-orang tersebut, hampir setiap hari.Beliau juga mengusai ilmu Alat (ilmu untuk menafsirkan Alquran, Red) , ilmu Falak (suatu kajian yang mempelajari peredaran bintang-bintang, Red) dan Geografi. Maka dari itu tidak heran kemudian pemerinah Belanda tertarik dengan kepandaian beliau, hingga ditawarkan untuk menjabat kedudukan Mufti di Pemerintahan. Atas pertimbangan matang untuk kemaslahatan umat Islam pada masa itu maka beliau menerima tawaran tersebut.Bertepatan pada hari kemarin (Senin, 05/12, Red), adalah tahun ke 85 wafatnya beliau yakni pada tanggal 8 Muharram 1348 H. Sedangkan haul beliau akan diperingati Jumat depan (9/12) sehabis salat Jumat di Kubah Sei Jingah Banjarmasin. KH Irsyad Zein mengatakan bahwa masyarakat silakan saja untuk berhadir dalam acara haul tersebut dan beliau juga akan membagikan sekitar 500 buku riwayat Tuan Surgi Mufti. (al/bin) Riyan Jumat, 28 Oktober 2011 20:23:1 Yth :DPRD Komisi IV Bidang pendidikan Banjarmasin....Tolongi am Nasib Guru-Guru Sangat Terpencil yang… fatur Jumat, 21 Oktober 2011 10:14:5 maraknya truck batubara menggunakan jln propinsi di wilayah tanah bumbu dan pelaihari tetapi aparat… agus Rabu, 28 September 2011 21:36: Seandainya saja Pemerintah daerah atupun pusat atau pun LSM bisa membantu pembebasan lahan milik TNI-AD… ayu p larasati Jumat, 23 September 2011 18:28 banjarbaru semakin sesak berantakan.. macet.. terlalu banyak u-turn nya, jaraknya deket lagi..blm lagi… www.punyaunda.com Kamis, 22 September 2011 19:22 link E-paper Radar banjar udah ulun pasang di blog urang banjar tempat download lagu banjar kalimantan… ali Selasa, 20 September 2011 16:3 tolong sampaikan ....kami kecewa sebagai panitia FASI 2011 dipelaihari Belum dapat uang jerih payah… Gatot Selasa, 20 September 2011 08:5 ANDAIKATA SUNGAI SUNGAI DI KALIMANTAN MENJADI SUNGAI YANG AMAN & NYAMAN untuk TRANSPORTASI AIR, MAKA… yasir Jumat, 16 September 2011 13:05 alhamdulillah telah di lanjut kan nya pengerjaan median jalan di km30 mudah mudahan tidak terjadi lagi… iqbal Rabu, 7 September 2011 20:42:5 please sahabat radar,,,tolong terbitkan berita tentang seputar bisnis sampingan di jawa,,,,yang unik2… mansyah Senin, 22 Agustus 2011 14:03:0 saya jd bingung dgn kades saya dibanyuirang bati2 tidak ada pertanggungjawapan ADD ATAU rapat di bpd…




Publikasi ini berisi data-data umum mengenai kependudukan yang sering ditanyakan, yang terdiri dari tabel-tabel dan ulasan singkat yang dirinci per kecamatan. Publikasi ini sudah mencakup 2 kecamatan baru hasil pemekaran, sehingga total kecamatan yang tercakup sebanyak 11 kecamatan.