Pertanian, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Perkebunan
Sektor pertanian termasuk agro-industri memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, baik sebagai penyedia bahan pangan maupun sebagai sumber pendapatan dan lapangan pekerjaan. Dengan variasi kondisi wilayah, topografi dan iklim yang ada; Kabupaten Tanah Laut mempunyai basis kegiatan pertanian yang cukup beragam yang memberikan peluang pengembangan yang cukup luas bagi komoditi pertanian. Berbagai usaha pertanian pada subsektor tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan laut baik pada aspek produksi, pengolahan hasil maupun pemasaran memiliki potensi besar sebagai sumber percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
a. Pertanian
Sebagai daerah agraris, sektor petanian merupakan sektor yang memegang peranan penting dalam upaya peningkatan taraf hidup masyarakat Kabupaten Tanah Laut hingga saat ini. selain itu, sektor pertanian merupakan sektor yang menyokong perekonomian dan menjadi penunjang sektor ekonomi lainya. Hal ini dibuktikan dengan sumbangan sektor pertanian dalam PDRB Kabupaten Tanah Laut, dimana sektor tersebut menjadi penyumbang terbesar dengan presentase sebesar 31,75%.
Khusus untuk pengembangan Sektor Pertanian pada sub Sektor Tanaman Pangan, Luas produksi dan produktivitas padi dan palawija pada tahun 2008 dan 2009 sebagaimana terdapat dalam tabel 8 berikut :
Luas Areal dan luas produksi Padi dan Palawija
JENIS TANAMAN | JUMLAH PRODUKSI (Ton) | LUAS AREAL (Ha) | ||
Th 2008 | Th 2009 | Th 2008 | Th 2009 | |
Padi | 174.014 | 108.954 | 32.805 | 19.625 |
Jagung | 48.709 | 39.380 | 10.702 | 9.714 |
Kedelai | 169 | 49 | 142 | 42 |
Singkong | 57.327 | 19.690 | 2.468 | 954 |
Sumber : Dinas Pertanbun Kab. Tanah Laut
b. Kehutanan
Luas hutan di Kabupaten Tanah Laut dirinci menurut fungsinya terdiri dari hutan produksi tetap seluas 71.658 Ha, hutan produksi yang bisa dikonservasi seluas 12.174 Ha, hutan produksi terbatas seluas 5.290 Ha, dan kawasan hutan lindung seluas 15.861 ha. Produksi kayu bulat di Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2009 sebesar 13.346,10 m3.
c. Kelautan dan Perikanan
Karakteristik perikanan dibedakan atas tempat berkembang biaknya, yaitu budidaya t
ambak, budidaya kolam, budidaya keramba, perairan umum dan ikan laut. Produksi ikan dari perairan laut pada tahun 2007 baru mencapai 22.147,2 ton. tahun 2008 produksi ikan dari perairan laut meningkat menjadi 24.135,60 ton. Pada tahun 2009 produksi ikan dari perairan laut meningkat menjadi 36.882,90 ton.
d. Peternakan
Sub sektor peternakan dilakukan melalui peningkatan jumlah/populasi dan mutu produksi ternak. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan taraf gizi masyarakat, serta sebagai sumber pendapatan. Populasi ternak di Kabupaten Tabah Laut di klasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu ternak besar, ternak kecil dan ternak unggas. Ternak besar meliputi sapi potong, sapi perah sedangkan ternak kecil meliputi kambing, domba dan babi sementara ternak unggas meliputi ayam kampung, ayam ras petelur, itik dan ayam ras pedaging.
e. Perkebunan
Komoditi perkebunan di Kabupaten Tanah Laut pada umumnya diusahakan oleh masyarakat sebagai perkebunan rakyat. Jenis perkebunan yang dikembangkan meliputi tanaman karet, kelapa sawit, kelapa hibrida, dan lainnya. Jenis tanaman perkebunan yang potensial untuk menjadi tanaman andalan dewasa ini adalah tanaman kelapa sawit dan karet. Produksi tanaman karet pada tahun 2009 mencapai 13.250,15 ton dan Luas Areal 14.535 Ha. Produksi tanaman kelapa sawit pada tahun 2009 sebesar 137,34 ton dan luas areal 79.968 Ha. Kedua komoditi tanaman perkebunan tersebut mempunyai potensi yang cukup besar jika melihat luasnya lahan tanaman karet dan kelapa sawit.
2. Pertambangan dan Energi
Sektor pertambangan, khususnya pertambangan batubara, beberapa tahun terakhir sudah mengambil peranan dalam perkonomian Tanah Laut, dengan cadangan sekitar 314,4 juta m². Berdasarkan data dari Dinas Pertambangan pada tahun 2008, tercatat 59 perusahaan pertambangan batubara yang telah mengantongi izin usaha yang kesemuanya berlokasi di Kecamatan Batu Ampar, Kintap dan Jorong.
Selain batubara masih banyak potensi pertambangan yang belum digali secara optimal seperti emas, biji besi, platina, mangan dan lainnya.
Sumberdaya alam pertambangan dan mineral di Kabupaten Tanah Laut dapat dirinci sebagai berikut:
1. Batu bara, terdapat di Kecamatan Jorong dan Kintap.
2. Emas, banyak terdapat di Kecamatan Tambang Ulang, Panyipatan, Jorong, Batu Ampar, dan Kintap.
3. Besi, banyak terdapat di Kecamatan Pelaihari, Tambang Ulang, Takisung, Jorong dan Kintap.
4. Mangan, banyak terdapat di Kecamatan Pelaihari dan Tambang Ulang.
5. Platina, nekel, kromik dan seng.
6. Oker, banyak terdapat di Kecamatan Pelaihari, Tambang Ulang, Jorong, Kintap dan Batu Ampar.
7. Pasir Kuarsa, banyak terdapat di Kecamatan Batu Ampar, Kintap, Jorong dan Penyipatan.
8. Pasir Pantai, banyak terdapat di Kecamatan Jorong.
Selain potensi bahan galian tambang yang ada di wilayah daratan Kabupaten Tanah Laut, juga terdapat bahan galian industri. Kabupaten Tanah Laut, mempunyai potensi akan bahan galian atau mineral industri yang cukup besar, dan sebagian cukup layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Potensi bahan galian atau mineral industri di Kabupaten Tanah Laut meliputi Granit (Gra), Diorit (Dio), Andesit (And), Peridotit (Perid), Batu Silika (BtSi), Marmer (Mar), Kalsedon (Chal), Lempung (Lp), Pasir Kuarsa (PsQ), dan Batugamping (Btgp). Potensi bahan galian industri tersebut hampir tersebar di semua kecamatan yang ada di kabupaten Tanah laut, antara lain :
- Granit : Kecamatan Pelaihari
- Andesit : Kecamatan Pelaihari, Batu Ampar, Jorong, Panyipatan
- Diorit : Kecamatan Batu Ampar
- Perioditit : Kecamatan Pelaihari, Batu Ampar, Panyipatan
- Batu Silika : Kecamatan Batu Ampar
- Kalsedon : Kecamatan Kintap
- Lempung : Kecamatan Pelaihari, Jorong, Panyipatan
- Pasir Kuarsa : Kecamatan Pelaihari, Takisung, Panyipatan
- Batugamping : Kecamatan Pelaihari, Kintap, Jorong
- Marmer : Kecamatan Pelaihari, Batu Ampar
3. Lingkungan Hidup
Menurut data dari Kantor Lingkungan Hidup di Tanah Laut selama tahun 2007 hingga 2009 tidak terjadi kasus pencemaran lingkungan. Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat yang tinggi akan kelestarian lingkungan hidup sehingga kasus pencemaranpun dapat terhindarkan, selain itu juga dikarenakan kondisi Tanah Laut yang mayoritas masih berupa pedesaan sehingga lingkungan masih alami
